3 Nasehat Ustadz Adi Hidayat untuk Sambut Malam Lailatul Qadar, agar Tidak Terlewatkan Begitu Saja

 
inNalar.com – Ustadz Adi Hidayat sampaikan 3 nasehat atau saran bagi umat Islam untuk menyambut kedatangan malam lailatul qadar, karena hanya ada satu kali dalam setahun dan tingginya nilai waktu.
 
Maka malam lailatul qadar jangan sampai terlewatkan begitu saja setiap Bulan Ramadhan 2022, waktu ditentukannya takdir dan diturunkannya Al Quran secara menyeluruh sebelum sampapi kepada Nabi Muhammad SAW.
 
Ustadz Adi Hidayat yang sering disingkat dengan UAH, memberikan tips untuk dipersiapkan sebelum kaum muslimin mendapati malam lailatul qadar yang penuh kemuliaan hingga terbit fajar pagi harinya.
 
 
Waktu penuh keberkahan tersebut disebutkan dalam Al Quran sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan dan malaikat turun ke bumi. Tidak ada yang tahu dengan tepat terjadinya, tetapi Rasulullah SAW memberkan tanda-tandanya.
 
Dikutip inNalar.com dari artikel Klik Mataram berjudul Persiapan Sambut Malam Lailatul Qadar, Lakukan 3 Hal yang Disarankan Ustadz Adi Hidayat pada Minggu, 17 April 2022 pahala menanti pada waktu tersebut.
 
Bagi orang-orang yang mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar, maka akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
 
Kebiasaan Rasulullah di waktu 10 hari terakhir bulan Ramadhan, dapat dijadikan pedoman dalam meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.
 
 
Seperti apa Kebiasaan Rasulullah? Simak penjelasan Ustadz Adi Hidayat berikut ini.
 
Ustad Adi Hidayat membeberkan hal-hal yang perlu dipersiapkan agar mendapatkan berkah malam Lailatul Qadar, diantaranya adalah sebagai berikut.
 
Menyiapkan kondisi mental yang kuat, dengan motivasi-motivasi, serta fisik yang sehat.
 
Ustadz Adi Hidayat menyampaikan kebiasaan Rasulullah adalah sangat memperhatikan penampilan, kebersihan dan kekuatan fisiknya.
 
 
Terlebih lagi saat menyambut malam Lailatul Qadar pada 10 malam terakhir Ramadhan, Rasulullah menyisir rambutnya dengan rapi, mengenakan pakaian yang bagus dan menggunakan wangi-wangian.
 
Rasulullah sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya. HR. Muslim nomor 1175.
 
1. Itikaf di Masjid.
 
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, Itikaf yang baik adalah di lokasi masjid terdekat.
 
Jika tidak bisa itikaf 10 hari penuh, maka bisa itikaf di waktu siang saja atau malam saja.
 
 “Carilah tempat-tempat yang membuat tenang ibadah,” kaya Ustadz Adi Hidayat menyarankan.
 
 
2. Menyiapkan program itikaf.
 
Ustadz Adi Hidayat mengajarkan bahwa, sebelum itikaf dilakukan, sebaiknya rencanakan terlebih dahulu agenda ibadah yang menjadi target selama itikaf.
 
Jika tanpa direncanakan khawatirnya hanya akan menjadi pengikut saja.
 
“Orang sholat ikut sholat, orang ngaji ikut ngaji, ibadah jadi tidak fokus karena tidak memiliki target khusus yang spesifik,” kata Ustadz Adi Hidayat.
 
 
3. Tentukan target ibadah secara jelas.
 
 “Misal seperti target ampunan, sholat dan doa apa yang akan kita siapkan, jika targetnya adalah Al-Quran maka ada tiga hal, yaitu pertama, hafalan, mau berapa juz yang ingin kita hafalkan, jika targetnya tilawah dan tafsir Qur’an, harus menyiapkan mushaf dan kitab tafsirnya.
 
Jika target khatam, mau berapa kali kita khatam selama Ramadhan,” kata UAH mengajarkan.
 
UAH menjelaskan, kalau ingin mendapatkan malam lailatul qadar hidupkan malamnya sampai datang waktu sahar yaitu waktu singkat menjelang fajar.***
 
(Makrup/Klik Mataram)
 

Rekomendasi