

inNalar.com – Ade Yasin yang ditangkap KPK pada hari ini, Selasa, 27 April 2022 ternyata memiliki 6 fakta menarik untuk diketahui, perempuan kelahiran tahun 1968 itu menjabat bupati sejak 2018 hingga sekarang.
Orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu merupakan adik kandung dari bupati sebelumnya yaitu Rachmat Yasin. Sebelum menduduki jabatan tersebut, dirinya pernah menjadi anggota DPRD sejak tahun 2009 hingga 2018.
Ade Yasin bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sejak mulai berkarir di dunia politik, pada pemilihan kepala daerah tahun 2018, dirinya maju sebagai calon bupati bersama Iwan Setiawan menjadi wakilnya.
Keduanya didukung oleh tiga partai yaitu PPP, PKB, dan Gerindra serta memenangkan suara sebanyak 912.221 suara atau 41,12 persen mengalahkan 4 pasangan lainnya yang mengantarkannya ke kursi bupati.
Dirangkum inNalar.com dari beberapa sumber pada Rabu, 27 April 2022, fakta pertama terkait Ade Yasin yaitu pernah menuai kontroversi karena menyebut seorang oknum sebagai ‘wartawan’ bodrex mengganggu kinerja kepala desa.
1. Sebut oknum ‘wartawan’ bodrex
Pada tahun 2021 saat menghadiri acara Rabu Keliling di Kecamatan Klapanunggal, Ade Yasin sempat emosional dan mengucapkan kata ‘wartawan’ bodrex untuk menyebut jurnalis yang tidak jelas identitasnya dan hanya mencari-cari kesalahan.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Bupati Bogor Ade Yasin Tertangkap Tangan oleh KPK
2. Aktif dalam organisasi
Walaupun menjabat sebagai bupati, ternyata perempuan ini masih tetap aktif di beberapa organisasi, seperti menjadi pembina P2TP2A Kabupaten Bogor. Lalu dirinya juga tercatat sebagai muslimat Nahdlotul Ulama KPPI.
3. Miliki program kerja jelas
Sebenarnya Ade Yasin memiliki program cukup jelas sebagai bupati, ada Panca Karsa atau 5 Tekad yang dibuat sebagai misinya menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bogor diantaranya berisi Bogor Membangun, Bogor Maju, Bogor Sehat, Bogor Cerdas dan Bogor Keberadaban.
4. Pernah menjadi pengacara
Jauh sebelum aktif di dunia politik, adik dari Mantan Bupati Rachmat Yasin itu pernah menjadi advokat atau pengacara selama 11 tahun, dirinya lulus dari Program S2 Magister Hukum di Universitas Djuanda Bogor Jawa Barat.
5. Ditangkap KPK bersama pejabat lain
Ade Yasin ditangkap KPK terkait dugaan pemberian dan penerimaan suap, dirinya tidak sendiri melainkan bersama dengan beberapa pejabat BPK Perwakilan Jawa Barat dan pihak terkait lainnya yang ada saat itu langsung diamankan.
6. KPK sita sejumlah uang dan masih memerika
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyebutkan bahwa pada saat penangkapan Bupati Bogor tersebut, lembaganya menyita sejumlah uang. Pemeriksaan semua pihak yang terkena OTT tersebut masih berlangsung selama 1×24 jam, dan akan segera diumumkan hasilnya.
Demikian 6 fakta terkait Bupati Bogor Ade Yasin yang ditangkap KPK.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi