Rektor UIN Banten Fauzul Iman Sentil Rektor ITK Budi Santosa Purwokartiko: Kita Jangan Songong Soal Hal Ini

inNalar.com – Rektor ITK Budi Santosa Purwokartiko mendapat sorotan tajam setelah postingannya viral menyebut mahasiswi dengan penutup kepala atau jilbab dengan ‘ala manusia gurun’ dan dianggap rasis, ada banyak kalangan turut memberikan pendapat dan komentar.
 
Salah satunya datang dari sesama pimpinan kampus, yaitu Rektor UIN Banten Fauzul Iman, yang menyenetil dengan ungkapan manusia tidak seharusnya berbuat ‘songong’. Sebelum ini dirinya menyebutkan bahwa pernyataan tersebar itu seakan-akan orangnya mampu segalanya.
 
Padahal belum tentu dan semua orang memiliki keahlian di bidang masing-masing. Dalam hal yang disampaikan oleh Budi Santosa Purwakartiko tentang memahami Allah SWT perlu kehati-hatian sebab menyangkut keyakinan banyak orang, bahkan mayoritas di negeri ini.
 
 
Rektor ITK mendapat tanggapan Fauzul Iman setelah dirinya mengisahkan pengalamannya ikut berpartisipasi dalam seleksi calon mahasiswa penerima bantuan dana LPDP untuk melanjutkan kuliah di luar negeri.
 
Dirinya juga menyinggung diksi-diksi terkait seperti kata insyaallah, qadarullah, dan lain sebagainya.
 
“Yang diklaim pak Rektor ini seakan-akan dia mampu segalanya,” kata Rektor UIN Banten itu seperti dikutip inNalar.com dari Pikiran Rakyat pada Rabu, 4 Mei 2022.
 
 
“Kita harus benar-benar tidak songong dalam hal ini ya, memahami Allah ya,” lanjut Fauzul Iman berharap semua orang berhati-hati dalam mempelajari agama dan terutama terkait Sang Pencipta, serta jangan gegabah mengeluarkan pendapat jika belum menguasai.
 
Menurut Rektor UIN Banten itu, ilmu yang diberikan oleh kampus bagi mahasiswa tentu sangat sedikit dan kurang sekali bilan dituntut untuk memahami Al Quran secara menyeluruh, apalagi soal sains. Bukan berarti tidak ada pembahasan tersebut di kitab suci umat Islam.
 
“Karena kita ini kan memang sedikit sekali ilmu,” ujar Rektor UIN Banten berusaha menjelaskan hubungan Al Quran dan sains yang terhalang dengan sedikitnya pelajaran yang dimiliki.
 
 
“Yang kita berikan ini untuk memahami Al-Quran, termasuk sains,” jelas Fauzul Iman menerangkan bawha kitab suci umat Islam sebenarnya mencakum segala hal salah satunya teknologi juga.
 
Budi Santosa Purwakartiko dinilai mengambil kesempatan dalam kesempitan agar dirinya dilirik oleh public atau orang ramai dan kamudian bisa populer, cara yang digunakan tentu salah apalagi sebagai seorang rector merupakan panutan mahasiswa dan masyarakat.
 
Fauzul Iman menambahkan saran agar Rektor ITK menerima saja kritikan yang dating dari berbagai kalangan dan langsung memberikan klarifikasi, sampaikan maksud sebenarnya dengan memposting pernyataan bukanlah seperti yang disalahfahami.
 
 
“Janganlah gitu ya, harusnya kan menerima kritikan kalau diini, ‘oke, saya begini tapi maksudnya begini’, enak begitu,” ujar Rektor UIN Banten itu.
 
Namun jika tidak ada niat baik atau tetap pada pendirian awal, maka Budi Santosa Purwakartiko justru malah tersudutkan.
 
“Tapi kalau masih seperti itu, merasa terpojok justru,” kata Fauzul Iman.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]