Turis Asing Berpose Tanpa Busana Menodai Kesucian di Bali, Ni Luh Djelantik: Bali Tidak Perlu Turis Sampah!

inNalar.com – Bali kembali digegerkan dengan wisatawan asing yang berpose tanpa busana disalah satu pohon yang termasuk dalam tempat suci belakang pura.

Peristiwa itu diduga terjadi di daerah Pura Babakan, Ubud, Bali. Dokumentasi pemotretan yang viral di media sosial itu dari pemilik akun Instagram @alina_yogi dikecam karena pemotretan tanpa menggunakan busana yang mengakibatkan tercemarnya kesucian areal Pura.

Dilansir dari Ni Luh Djelantik pada tayangan di akun Facebooknya @niludjelantik bahwa wisatawan wanita tersebut diduga hendak membuat sebuah video untuk mengisi konten di media sosialnya.

Baca Juga: Ditelepon Jokowi, Volodymyr Zelensky Bakal Diundang G20 di Bali, Ada Apa? Eks Diplomat Ungkap Alasannya

Tetapi apa yang mereka lakukan tanpa mengetahui bahwa mereka masih berada dikawasan Pura.

Seperti yang dikutip dari aku Facebook @niludjelantik “BALI TIDAK PERLU TURIS SAMPAH!!! Kamu tahu pohon kayu putih yang telah berusia 700 tahun ini terletak dibelakang Pura Babakan? Artinya apa? Pura ini masuk dalam lingkungan tempat suci.”

Kelakuan wisatawan asing tersebut banyak mendapat anggapan dari berbagai kalangan, khususnya dari Ni Luh Djelantik sebagai seorang perempuan terkenal dengan desainer dan aktivis perempuan.

Menambahkan tanggapan Ni Luh Djelantik dalam postinganya “Kalau mau meditasi atau selfie, silakan. Maksudmu apa??? Demi Konten??? Kesucian Pura jadi tercemar karena kelakuanmu.”

Baca Juga: Sah! Pemerintah secara Resmi Izinkan Wisatawan Asing Masuk Bali Tanpa Karantina

Ada pula harapan Ni Luh Djelantik agar pihak terkait untu segera mengecek dan mengamankan pelaku yang telah menodai kesucian Bali dengan berpotret tanpa busana.

“Please cek izin tinggalnya pak. Cek juga izin usahanya. Kalau terbukti melanggar, deportasi aja daripada bikin leteh Bali,” harap Ni Luh Djelantik.

Peristiwa itu telah viral dan netizen bertanggapan peritiwa itu berakibat keindahan dan kebaikan Bali ternodai.

“Sudah datang membawa leteh di jagat Bali, mari kita jaga bali dari orang-orang yang tidak peduli dengan adat dan budaya Bali, perketat aturan atau awig di desa menyangkut tamu atau turis akibatnya akan besar seperti ini (dilecehkan) jangan dibiarkan tangkap dan peroses biar tidak menjadi contoh dikemudian hari,” komentar dari akun Facebook @Iwayan Sudana pada postingan Facebook @niludjelantik.

Baca Juga: Peringati Nyepi, Ketahui Sejarah Berdirinya Kerajaan Bali sebagai Rumah Terbesar bagi Umat Hindu Indonesia

Pada postingan Facebook @niludjelantik salah satu komentar juga dari akun Facebook @Ajikartika “Pemandunya..? Hanya demi dolar, atau memang tamu adalah raja hingga semakin banyak pelecehan kesucian di tempat yang kita sakralkan.”

Dari peristiwa menodai kesucian dengan berpotret tanpa busana itu akun Instagram @alina_yogi milik pelaku sebagai wisatawan asing sempat diprivatkan, walaupun sebelumnya pelaku sempat mengagumi keindahan pohon Kayu Putih dan area sekitarnya.

Oleh pelaku dalam menindak lanjuti peristiwa menodai kesucian dengan berpotret tanpa busana itu, dilansir dari akun Instagram @alina_yogi yang kembali dipublikasihkan, bahwa dia malu dan menyesali perbuatanya.

Baca Juga: Empat WNA Pelaku Pengeroyokan di Bali Terancam Dideportasi Apabila Terbukti Bersalah

Seperti pada foto postinganya pelaku berdoa di bawah pohon dan meminta maaf kepada seluruh umat Bali dan Indonesia, bahwa pelaku tidak bermaksud menyinggung siapa pun dan tidak mengetahui tentang kesucian area dia berpotret.

Dalam postingan Instagram @alina_yogi mengungkapkan “Saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Bali dan Indonesia, saya menyesali perbuatan saya. Saya sangat malu, saya tidak bermaksud menyinggung Anda dengan cara apa pun, sama sekali tidak ada pengetahuan tentang tempat ini.”

“Saya barusan Berdoa di bawah pohon dan langsung pergi ke kantor polisi untuk menjelaskan kejadian ini dan meminta maaf,” tambahnya.***

Rekomendasi