

inNalar.com – Hari Waisak 2022 akan segera tiba, tidak ada salahnya mengenal tempat ibadah agama Budha yang salah satunya yaitu Vihara Bahtera Bhakti, terletak di kawasan Pasir Putih, Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.
Usia Vihara Bahtera Bhakti sudah ratusan tahun, didirikan untuk menghormati dan memberikan persembahan kepada seorang juru masak dari Laksamana Cheng Ho yaitu Sampo Soei Soe yang berlayar dengan kapal menuju Indonesia.
Hari Waisak 2022 menapak tilas sejarah yang berkaitan dengan umat Budha sangat menarik, kapal yang digunakan Sampo Soei Soe disebutkan dalam sejarahnya berlabuh untuk pertama kalinya di kawasan Ancol dimana saat itu bernama Kota Paris.
Baca Juga: Hari Raya Waisak 2022, Berikut Quotes Bijak dari Tokoh Agama Budha Dalai Lama
Juru masak Laksamana Cheng Ho itu ternyata adalah seorang beragama muslim China yang kemudian menikah dengan Siti Wati putri dari salah satu ulama ternama kala itu di daerah Ancol bernama Embah Said Areli Dato Kembang. Dari perkawinan tersebutlah terjadi akulturasi budaya.
Dikutip inNalar.com dari beberapa sumber pada Minggu, 8 Mei 2022 anehnya adalah makam dari Sampo Soei Soe, Siti Wati dan kedua mertuanya semua berada dalam komplek Vihara Bahtera Bhakti.
Pada abad ke 17 Vihara ini banyak dikunjungi umat Buhda, dan kemudian secara resmi ada Konghucu, serta Islam. Pada altar Sampo Soei Soe, Siti Wati, dan kedua mertuanya peraturannya tidak diperkenankan membawa sajian berbahan daging babi.
Baca Juga: 10 Link Twibbon Ucapan Selamat Hari Waisak 2022 ke 2566 BE, Cocok Untuk Diposting ke Media Sosial
Hal itu sebagai bagian dari penghormatan Umat Budha dan Konghucu kepada keempat orang tersebut yang beragama Islam. Tempat pertama yang dijumpai ketika mengunjungi Vihara Bahtera Bhakti yaitu koredor beratap sebelum sampai ruang utama.
Bagian kanan dan kiri koredor tersebut terdapat kolam dan sungai yang tidak berfungi, makam Sampo Soei Soe dan Siti Wati hampir tidak terlihat lagi karena tertutupi dengan dua patung yang dibuat untuk mewakili keduanya.
Pada bagian depan makam keduanya terdapat altar yang cukup luas. Sedangkan kuburan orang tua dari Siti Wati yaitu Mbah Said Areli Dato dan istrinya Ibu Enneng ada di bagian belakang dari Vihara Bahtera Bhakti tersebut.
Baca Juga: 9 Link Twibbon untuk Rayakan Hari Waisak 2022 pada Hari Suci Buddha 2566 BE, Tebarkan Cinta Kasih
Pengunjung Khonghucu lebih banyak di tempat ibadah ini, sedangkan umat Islam lebih sedikit. Menurut juru kunci bernama Suparto yang juga beragama Islam hal itu bisa dimaklumi, karena banyak yang tidak tahu dan merasa sungkan masuk bukan ke tempat ibadahnya.
Seluruh penjaga Vihara Bahtera Bhakti berjumlah 15 orang sebenarnya semua beragama Islam, sehingga pihak pengelola sangat terbuka juga untuk kaum muslimin yang ingin berziarah ke makam dari ulama dan keluarganya yang ada.
Itulah sedikit ulasan terkait salah satu tempat ibadah yang menjadi simbol kerukunan umat beragama, Budha, Khonghucu, dan Islam. Semoga bermanfaat.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi