Pemerintah Akan Menanggung Biaya Anak yang Terserang Hepatitis Akut, Menko PMK: Asal Memenuhi Beberapa Syarat

inNalar.com – Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta, merupakan rumah sakit rujukan bagi anak yang terkena gejala Hepatitis Akut ini.

Berdasarkan penunjukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Menko PMK yakni Muhadjir Effendy menggatakan bahwa seluruh biaya bagi anak yang terkena gejala Hepatitis Akut atau Hepatitis misterius yang belum tau apa penyebab ini. Dan seluruhnya ditanggung oleh pemerintah dengan beberapa syarat.

Baca Juga: Simak 4 Langkah Penanganan Hepatitis Akut yang Harus Dipahami Orang Tua Sesuai Saran Dokter Hanifah Oswari

“Apabila terjadi eskalasi situasi, kemudian dinyatakan sebagai kondisi tertentu, kejadian luar biasa atau wabah atau darurat bencana nonalam, maka biaya perawatannya bisa di-cover oleh pemerintah,” katanya, di Jakarta, Minggu, 8 Mei 2022.

Hepatitis Akut seluruh biayanya akan ditanggung oleh pemerintah.

Tetapi Hepatitis dan Ichterus (kuning), biayanya akan ditanggung oleh BPJS kesehatan.

“Dalam situasi normal seperti saat ini, pasien dengan gejala klinis ichterus dan hepatitis bisa di-cover BPJS Kesehatan,” katanya.

Baca Juga: Waspada, Ini Gejala Hepatitis Akut yang Bisa Serang Anak Umur 1 Bulan hingga 16 Tahun, Orang Tua Wajib Tahu!

Menko PMK Muhadjir menyarankan kepada para pasien yang terkena gejala Hepatitis dan kuning agar segera dirujuk ke rumah sakit tipe A demi mendapatkan penanganan yang maksimal.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa ada beberapa kasus gejala Hepatitis Akut dengan gelaja berat dan belum diketahui pasti penyebabnya yang menyerang anak-anak.

Untuk itu, diimbau kepada masyarakat Indonesia yakni gejala Hepatitis Akut berat ini ditandai dengan gejala kuning di area mata dan kondisi badan pasien hilang sadar.

Tetapi, Menko PMK Muhadjir mengatakan bayi yang lahir dengan kondisi menguning belum tentu terkena Hepatitis Akut.

Baca Juga: Hepatitis Akut Misterius Buat Resah, Simak Cara Mencegahnya dan Tidak Perlu Panik

Oleh sebab itu, gejala tersebut bisa terjadi karena fisiologis (ichterus neonatorum) atau patologis.

Tetapi sangat disarankan untuk diperiksa lebih lanjut ke dokter.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi memberikan penjelasan bahwa pemerintah hanya akan menanggung biaya cek laboratorium whole genome sequencing (WGS) pada pasien anak dengan gejala Hepatitis Akut.

“Kalau WGS-nya pemerintah yang tanggung, kalau terkait pemeriksaan hepatitis lainnya sesuai mekanisme pembiayaan kesehatan yang ada,” ucapnya.

Baca Juga: Simak Gejala Hepatitis Misterius Menurut Dokter Spesialis Anak, Salah Satunya Demam Hingga BAB Berwarna Gelap

Karena hal itu, kementerian kesehatan republik Indonesia menggabarkan bahwa sedikitnya ada tiga sampai empat anak Indonesia yang terserang Hepatitis Akut.

Sebelumnya dikabarkan bahwa ada tiga anak Indonesia dari Jakarta yang meninggal karena terserang Hepatitis Akut.

Namun, hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait Hepatitis D dan E yang belum tersedia secara luas di Indonesia.***

Rekomendasi