Alin Pangalima Viral Jual Ginjal Demi Jembatan Goyo Bolmut Sulawesi Utara, Ini Fakta Menarik Mahasiswi Itu

 
inNalar.com – Alin Pangalima mendadak viral di media sosial karena menjual ginjalnya demi jembatan mangkrak selama 16 tahun di desanya yang bernama Goyo Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Provinsi Sulawesi Utara.
 
Mahasiswi berjilbab itu menyampaikan alasannya kenapa struktur penyebrangan sungai tersebut harus diperjuangkan. Pertama ketika air meluap kondisinya akan sangat eksktrem untuk dilewati oleh warga, dirinya tidak membayangkan jika ada korban meninggal, siapa yang akan bertanggung jawab?.
 
Alin Pangalima menyampaikan juga terkait adanya rakit yang saat ini bisa digunakan warga untuk sampai ke sebrang, tetapi biaya sekali lewat Rp3000. Bisa dihitung sendiri jumlahnya bila di total setiap bulan orang pulang dan pergi keluar atau masuk desa.
 
 
Dengan caranya menjual ginjal itu diharapkan hasilnya dapat digunakan untuk membiayai proyek pembangunan jembatan di Goyo Bolmut tersebut, mahasiswi berjilbab itu juga menerangkan bahwa dirinya menyaksikan sendiri kecelakan yang sering terjadi di depan matanya disebabkan tidak adanya struktur penghubung.
 
Dikutip inNalar.com dari akun Facebook pribadi Alin Pangalima pada Rabu, 11 Mei 2022 banyak yang ingin mengenal lebih dekat dengan mahasiswi berjilbab ini, ini fakta-fakta menarik terkait dengan anak asli dusun Goyo tersebut.
 
1. Sangat mencintai Goyo kampung halamannya
 
“Goyo bagi saya lebih dari sekadar dusun yang ada di pelosok. Ia adalah tempat yang penuh keajaiban di muka bumi ini. Tempat semua mimpi dan harap berawal, tempat di mana saya jatuh cinta dan patah hati berkali-kali. Tempat di mana saya mulai belajar membaca dan berhitung. Berdosa sekali saya jika membiarkan dia dengan kondisi yang memprihatinkan seperti itu,” ujar Alin Pangalima.
 
 
2. Penulis
 
Alin Pangalima sudah menulis lima buah buku, 1529, Memori KPMIBU, Menulis Tidak Sesulit Mencintai dalam Diam, Catatan Putih si Hitam, dan buku Goyo.
 
 
3. Menulis buku dengan judul Gayo yang merupakan dusun dirinya berasal
 
“Kini, ia telah abadi pada baris kata, telah maju pada disksi-diksi yang tercipta akibat luka dan bahagia. Saya yakin sekali pada perjalanan waktu yang panjang, ia akan lebih maju daripada ibukota kabupaten atau bahkan provinsi. Saya Alin Pangalima menyatakan sangat bangga jadi anak Dusun Goyo.” katanya di akun Facebook tertanggal 29 April.
 
4. Mahasiswi IAIN Sultan Amai Gorontalo
 
“Memiliki budaya keilmuan dan pergerakan luar biasa, kalo tidak percaya baku tes saja dengan mahasiswa atau alumninya. Gayanya ada, pemikiran cemerlang. Oke, kalau masih tidak yakin lihat saja saya ini.” Jelasnya ketika mempromosikan kampus tempatnya belajar.
 
 
5. Aktivis
 
Dari akun Facebook pribadinya dapat disimpulkan bahwa sebenarnya Alin Pangalima seorang aktivis, ada banyak foto diunggah ketika berdemo, saat penggalangan dana dengan memegang bendera HMI, Inomasa Studi Club (ISC), dan masih banyak lagi.
 
6. Ayahnya sudah meninggal dunia
 
“Setelah kepergian bapak 10 tahun lalu dengan hanya meninggalkan nisan. Maka ini peristiwa luar biasa, karena selama 21 tahun, baru kali ini bapak, mamak, dan saya berfoto dalam formasi lengkap. Ya, meski beda alam,” jelas Alin Pangalima di akun Facebook tertanggal 4 Mei.
 
 
Demikian fakta menarik terkait Alin Pangalima mahasiswi berjilbab yang jual ginjal demi jembatan di desanya Gayo Bolmut Sulawesi Utara yang tidak kunjung jadi, dan sudah mangkrak selama 16 tahun.***
 

Rekomendasi