

inNalar.com – Ustadz Abdul Somad atau yang akrab disapa dengan singkatannya yaitu UAS dideportasi dari Singapura, awalnya tanpa alasan yang jelas kenapa ustadz kondang itu tidak dibolehkan masuk negara tersebut, namun setelah beberapa waktu baru diungkapkan hingga MUI (Majelis Ulama Indonesia) ikut menanggapi.
Berita UAS dideportasi dari Singapura segera membuat heboh banyak orang di Indonesia terutama dari masyarakat yang mencintai Ustadz Abdul Somad, penggemar ceramah-ceramah ulama alumni Al Azhar Cairo Mesir itu tidak sedikit di tanah air maupun Negeri Jiran seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Kedua negara disebutkan itu juga masing-masing memberi gelar Doktor Honoris Causa dan menjadikan dosen tamu.
Berbeda dengan kedunya, pihak Kementerian Dalam Negeri Singapura menjelaskan bahwa UAS ditolak masuk karena mengajarkan ekstrimisme dan segregasi yang tidak bisa diterima warga negara itu, dimana terdapat masyarakat multi ras dan agama. Misalnya ceramahnya yang berisi sahnya bom bunuh diri dan dianggap sebagai syahid di konflik Israel dan Palestina.
Baca Juga: UAS Dideportasi, Ditjen Imigrasi Indonesia Tidak Bisa Mengintervensi Kebijakan Singapura
Tidak hanya itu UAS dianggap pernah berkomentar merendahkan simbol agama lain yaitu Kristen dengan mengatakan salib merupakan tempat jin, dan ulama asal Riau itu juga secara terbuka menyebut non muslim sebagai kafir. Kemudian dalam keterangannya lebih lanjut, pihak Singapura menyatakan Ustadz Abdul Somad berpura-pura datang dengan tujuan sosial.
Dikutip inNalar.com dari laman resmi Kementerin Dalam Negeri atau MHA Singapura pada Rabu, 18 Mei 2022 dinyatakan bahw,a “Misalnya, Ustadz Abdul Somad telah mengkhutbahkan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi “syahid”.”
Terkait hal ini Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan bahwa sikap Singapura cenderung berlebihan, tidak benar UAS adalah ekstrimis, dirinya mengetahui juga bahwa negara kecil yang kaya itu pro Israel dan Yahudi sehingga siapa pun menentang tidak diperkenankan.
Perlu diketahui UAS dan keluarga dideportasi pada hari Senin, 16 Mei 2022 walaupun semua persyaratan telah dipenuhi semua. Ustadz Abdul Somad pergi menggunakan jalur laut via Batam, ketika sampai di Pelabuhan Tanah Merah pukul 13.30 tiba-tiba dirinya ditarik, saat akan memberikan tas berisi peralatan bayi juga tidak diberi izin.
Semuanya juga akhirnya ditarik kembali ke imigrasi, UAS dipisahkan dari keluarga. Sementara anak dan istri beserta sahabatnya di tempat lain selama satu jam. Sampai pukul 17.30 akhirnya Ustadz Abdul Somad dan semua yang menyertai dipulangkan kembali ke Indonesia menggunakan kapal ferry jadwal terakhir.
Sudarnoto Abdul Hakim menympikan jika UAS ekstrimis atau teroris maka pihak Indonesia sudah sejak lama mencekal, tetapi itu tidak terjadi. Bahkan Ustadz Abdul Somad bepergian ke Malaysia dan Brunei Darussalam aman-aman saja, sikap Singapura tentu sangat mengganggu umat Islam di Indonesia jika begitu.
Hubungan sebagai negara tetangga juga keruh dengan adanya pernyataan tidak benar tersebut, Kedubes Singapura juga tidak memberikan penjelasan, hanya dari Kementerian Dalam Negerinya saja.
Dubes Singapura untuk Indonesia diharapkan bisa meminta maaf soal hal gegabah semacam itu, UAS juga tidak pernah menyinggung atau menyakiti Singapura atau melakukan sesuatu yang merugikannya.
Dubes Singapura diharapkan terus terang dan jangan menyembunyikan fakta yang sebenarnya terjadi, sehingga masyarakat Indonesia dan dunia dapat mengetahui dengan baik.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi