

inNalar.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR RI ysitu Puan Maharani kembali matikan mikrofon anggotanya saat sidang berlangsung, tepatnya ketika Amin AK salah seorang dari Fraksi PKS menyampaikan pendapat terkait Pasal 284 KUHP.
Anggota dewan tersebut melakukan interupsi saat sidang paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPR RI Puan Maharani sendiri, dirinya menyinggung terkait sempitnya makna pasal yang tidak bisa menjangkau zina apabila dilakukan pasangan belum menikah dengan pihak lain.
Selain itu Amin AK juga mengatakan adanya kekosongan hukum terkait larangan penyimpangan seksual LGBT, tidak ada satupun hukum positif yang mengatur termasuk buatan DPR RI, sehingga pelanggaran terhadap perilaku buruk tersebut bisa terus berkembang dan marak di Indonesia.
Belum habis anggota dewan dari Fraksi PKS itu bicara tiba-tiba Ketua DPR RI Puan Maharani sudah matikan mikrofon yang digunakan, dirinya pun berusaha untuk bisa melanjutkan namun tetap ditolak, bahkan memberi kata penutup sekalipun.
Dikutip inNalar.com dari akun Instagram pribadi anggota dewan Dr. Almuzzammil Yusuf @almuzammil.yusuf pada Kamis 26 Mei 3022, banyak netizen menanggapi aksi Ketua DPR RI Puan Maharani matikan mikrofon anggotanya itu kembali.
Salah satunya berkomentar bahwa Ketua DPR RI Puan Maharani tidak belajar Pancasila dengan baik dan benar, karena mendengar pendapat orang lain merupakan bagian dari nilai Pancasila.
“Tidak belajar Pancasila dengan baik dan benar, padahal menghargai dan mendengarkan pendapat orang lain bagian dari nilai-nilai Pancasila, ini baru wakil rakyat yang menyampaikan pendapat, bagaimana rakyat kecil nanti, mic bisa jadi langka nanti.” Tulis akun @hamasahafif.
Selain itu banyak warganet yang mempertanyakan rencana Ketua DPR RI Puan Maharani mencalonkan diri sebagai presiden di tahun 2024 nanti, bagaimana nasib suara rakyat?.
“Bagaimana dengan suara rakyat?, pasti dibungkam. Seperti itu kok pingin jadi presiden.” Tulis akun @apriantono09.
“Orang seperti ini mau jadi calon presidennya.” Kata akun @derusmueeza.
Postingan Dr. Almuzzammil Yusuf itu sampai artikel ini tayang sudah mendapat like 1403 dan dikomentari 166 kali, tanggapan unik juga disampaikan salah satu netizen yang menuliskan adanya desakan 20 duta besar Eropa terkait pro LGBT.
“Si Ibu pro LGBT, karena desakan pihak luar, 22 Dubes Eropa.” Kata akun @pungkih610.
Usulan unik juga disampaikan warganet yang memberikan masukan agar anggota DPR RI membawa toa atau pengeras suara pribadi saja.
“Bawa toa sendiri tidak bisa ya?, seperti megaphone begitu.” Ujar akun @ardaprtm.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi