

inNalar.com – Kabar hilangnya putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yakni Emeril Khan Mumtaz di sungai Aaree Swiss, telah beredar diberbagai media.
Emeril Khan Mumtaz yang akrab disapa Eril itu sedang mengunjungi negara Swiss bersama keluarga.
Cukup mengegerkan jagat maya, yang tak lepas dari sorotan publik yakni sungai Aaree di Swiss seperti apa? Kenapa sampai memakan korban, bagiamana kondisi sungai tersebut? Hingga anak sulung Ridwan Kamil ikut terserat arus sungai tersebut.
Baca Juga: Anak Ridwan Kamil Hilang Terseret Arus Sungai Aare Swiss, Keluarga Beberkan Kronologinya
Kabar hilangnya Emeril Khan Mumtaz anak Ridwan Kamil kini pun menjadi trending topik pembicaraan publik.
Diketahui bahwa, Eril saat itu sedang berada di Swiss dan sedang mencari sekolah S2 bersama keluarganya.
Tetapi pada saat itu, Eril bersama adik dan teman-temannya sedang berada di sungai Aaree dan berenang disana.
Baca Juga: Buya Syafii Maarif Sempat Alami Sesak Nafas Sebelum Meninggal Dunia, Begini Kata Muhammadiyah
Sungai Aaree merupakan tempat wisata Swiss bagi wisatawan yang berkunjung ke negaranya itu.
Tak heran jika banyak pengunjung wisatawan yang berada di Sungai Aaree tersebut, termasuk Eril dan teman-temannya pun ikut menikmati indahnya sungai Aaree dan berenang.
Hilangnya Eril diduga dari kabar yang beredar dirinya tengah berenang di sungai Aaree dan hendak naik ke permukaan tetapi ia terseret arus sungai yang cukup deras saat itu.
Baca Juga: Kabar Duka, Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia
Meski sudah dilakukan pertolongan oleh tim SAR Swiss tetapi Eril belum juga ditemukan.
Dikutip inNalar.com dari Seputar Tangsel, berikut ini rangkuman fakta tentang sungai Aaree yang menjadi tempat hilangnya anak Ridwan Kamil dan telah menjadi perbincangan publik.
1. Merupakan situs warisan tak bendanya Swiss
Sungai Aaree sendiri telah masuk dalam list tradisi UNESCO dan telah menjadi bagian dari warisan budaya tak benda Swiss, dan juga mendapat perluasan pada tahun 2012 dan hingga sekarang tetap dipertahankan sebagai budaya Swiss.
2. Menjadi sungai terpanjang di Swiss
Sungai Aaree memiliki panjang 281,5 km. Dan sungai Aaree menjadi sungai terpanjang di Swiss.
Sungai ini berhulu dari dataran tinggi Pegunungan Alpen wilayah Bern dan bermuara di sungai Rhein. Seluruh wilayah alirannya masih berada dalam wilayah Swiss.
Aliran sungai Aaree juga melintasi wilayah Kota Swiss, Bern. Sungai ini juga menjadi ikon pusat pemerintahan Negara Swiss tersebut.
3. Memiliki kualitas air yang sangat baik
Sebagai tempat wisata sungai Aaree merupakan sungai dengan kualitas air yang sangat baik, apabila saat berenang dan tertelan airnya, tidak perlu khawatir, karena air tersebut telah teruji sebagai kategori dengan air sangat baik berdasar sampel air di Uni Eropa pada 2016 silam.
4. Keamanan
Walaupun sungainya terlihat tenang, tetapi disarankan untuk tetap berhati-hati saat sedang berenang didalamnya, dan disarankan memiliki kemampuan berenang yang baik.
Dan Pemerintah setempat merekomendasikan sungai Aare hanya untuk perenang yang berpengalaman.
5. Banyak aktivitas selain berenang
Meski banyak pengunjung yang datang untuk berenang di Sungai Aare, sebenarnya masih banyak aktivitas lainnya.
Sungai Aare ini pernah menjadi ajang arung jeram pada tahun 2012, menjadi lokasi tradisi Zibeleschwumme, dan mengambang di atas rakit.
Dan saat ini sungai Aaree telah mencuri perhatian publik, karena anak Ridwan Kamil, Eril dinyatakan hilang terserat arus sungai Aaree dan pihak keluarga meminta dukungan serta doa agar dapat ditemukan dalam kondisi selamat.***