

inNalar.com – Emmeril Khan Mumtadz atau Eril anak dari Ridwan Kamil yang belum juga ditemukan keberadaannya, kini pihak keluarga sudah mulai mengikhlaskan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat (Jabar) pun menyerukan untuk sholat jenazah.
Sholat jenazah biasanya memang dilakukan dengan keberadaan mayit, namun karena kondisi yang tidak memungkinkan sebab jasad putra Ridwan Kamil belum ditemukan maka MUI Jabar melaksanakan berbeda.
MUI Jabar menyerukan untuk mengadakan sholat ghaib di masjid atau mushola masing-masing. Status putra Ridwan Kamil yang awalnya sebagai orang hilang pun sudah berubah menjadi korban tenggelam.
MUI Jabar juga turut berdukacita atas musibah yang menimpa Ridwan Kamil dan keluarga, lembaga ulama itu pun mendoakan agar Gubernur Jabar serta istri ataupun kerabat dapat kuat, tabah, sabar dalam menerima ketetapan Allah SWT.
“MUI Provinsi Jawa Barat turut merasakan kesedihan yang mendalam seraya mendoakan,” tulis MUI Jabar dalam keterangan seruan pelaksanaan sholat ghaib putra Ridwan Kamil.
“Semoga bapak Gubernur dan keluarga tetap diberi kekuatan dalam menerima musibah ini,” doanya untuk Ridwan Kamil dan keluarga.
MUI Jabar juga menyatakan bahwa pelaksanaan sholat jenazah Emeril Khan Mumtadz sebab Ridwan Kamil dan istri sudah merelakan kepergian sang anak, keluarga yakin ananda Eril meninggal dunia karena tenggelam.
“Pak Gubernur beserta istri sudah mengikhlaskan sepenuhnya,” jelas MUI Jabar.
Dalam unggahan Atalia istri Ridwan Kamil di Instagram juga sudah terlihat lebih menerima kenyataan, ibunda Emeril Khan Mumtadz itu menuliskan ucapan terakhir sebelum pulang ke Indonesia, dirinya mengatakan bahwa cepat atau lambat pasti akan bertemu.
Istri Ridwan Kamil itu juga mengatakan bahwa dirinya menitipkan putranya kepada penjagaan dan perlindungan Allah SWT, perasaannya tampak hari ketika menyebutkan Emeril Khan Mumtadz tidak akan kedinginan atau kelaparan.
“Dan meyakini bahwa Ananda Emmeril Kahn Mumtadz telah meninggal dunia akibat tenggelam,” terang MUI Jabar lagi.
Untuk perubahan status Emeril Khan Mumtadz dari orang hilang menjadi korban tenggelam, menurut Kedutaan Besar Indonesia di Swiss telah dikeluarkan oleh pihak otoritas terkait negara tersebut.
“Kedutaan besar RI di Swiss, menginformasikan pihak otoritas sudah mengubah status,” kata MUI Jabar.
“Dari orang hilang menjadi pencarian orang tenggelam,” tambahnya lagi.
Perlu diketahui bahwa sungai Aaree di Bren Swiss merupakan aliran glaster yang mencair, sehingga suhu airnya sangat dingin, arusnya juga deras dan bisa sewaktu-waktu berubah lebih kuat lagi, oleh karenanya harus berhati-hati jika ingin berenang.***