

inNalar.com – Papua kini kembali menjadi sorotan dunia, bukan hanya karena kekayaan alam atau budayanya saja, tetapi karena penemuan yang menghebohkan.
Temuan ini berupa sebuah tembok raksasa yang ada jauh di bawah laut.
Penemuan tembok raksasa ini viral sejak bulan Mei 2023 dan berhasil menarik banyak perhatian publik serta para peneliti.
Spekulasi tentang asal usul tembok ini mengundang banyak teori konspirasi, dari kemungkinan peninggalan sejarah kuno sampai klaim fantastis yang menyebutkan tembok ini adalah bagian kerajaan Atlantis.
Penemuan struktur yang disebut sebagai “Tembok Jayapura” atau “Jayapura Wall” ini mencakup dinding yang diperkirakan mempunyai panjang sekitar 1.010 km, lebar 1.700 m, dan tinggi 1.860 m.
Tinggi tembok ini bahkan dikabarkan melampaui tinggi dari Burj Khalifa di Dubai.
Baca Juga: Rumah Kerucut Berusia 800 Tahun Jadi Warisan Arsitektur Budaya di Kampung Adat Wologai, Flores
Jika dilihat dari Google Earth atau satelit Google Maps, struktur tembok ini berada di koordinat 1°59’46.9″LS 141°29’24.6″BT, dekat dengan ibu Kota Papua, Jayapura.
Namun, yang mengherankan masyarakat adalah penampakan tembok ini dikabarkan menghilang dari Google Maps dan Google Earth pada tahun 2012 setelah pertama kali terlihat pada tahun 2011.
Hal ini mengundang berbagai teori konspirasi tentang hilangnya bukti yang ada.
Beberapa teori mengaitkan temuan ini dengan keberadaan peradaban prasejarah kuno di Papua.
Profesor antropologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Tengku Cakep, menjelaskan bahwa nenek moyang penduduk Papua, Melanesia, dan penduduk asli Australia hidup di dataran luas ini.
Dataran luas tersebut masih menyatu dengan zaman es sekitar 800 ribu tahun lalu, sebelum akhirnya dipisahkan oleh kenaikan permukaan laut.
Para pendukung teori ini percaya jika leluhur Jayapura bisa saja mempunyai peradaban yang maju, dibuktikan dengan kemampuan mereka dalam membangun struktur masif seperti tembok raksasa ini.
Namun, tidak semua orang setuju dengan pandangan tersebut.
Beberapa teori alternatif menyebutkan bahwa dinding bawah laut ini merupakan tembok legendaris Zulkarnain, seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an.
Baca Juga: Ternyata Ada Kampung Terpencil di Papua Barat dengan Pemandangan Seperti Surga: Lokasinya…
Tembok ini diyakini sangat tinggi dan juga besar, menyerupai gunung, sebuah deskripsi yang cocok dengan ukuran tembok misterius ini.
Ada pula teori yang menyatakan bahwa ini adalah bagian dari kerjaan Atlantis, kerjaan canggih yang menurut legenda telah hancur akibat bencana besar.
Terlepas dari berbagai teori yang ada, belum ada bukti konkret yang mendukung klaim-klaim fantastis ini.
Pada akhir Agustus 2023, Kompas melaporkan bahwa klaim tentang tembok bawah laut ini hanyalah hoaks atau informasi menyesatkan.
Tidak ada bukti ilmiah atau arkeologis yang mendukung eksistensi struktur sebesar ini bawah laut Papua.
Hal ini diperkuat dengan minimnya data penelitian ilmiah bawah laut yang dapat membuktikan keberadaan tembok ini.
Kepala Departemen Teknik Geomatika ITS Surabaya, Danur Guruh Pratomo mengatakan setelah melakukan penelitan dan pemeriksaan data dari berbagai sumber, tak ditemukan adanya tembok raksasa tersebut.
Gambar yang dibagikan tersebut adalah sebuah Bathymetry Artifacts atau kedalaman semu.***(Dea Fransisca)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi