

inNalar.com – Artikel ini memuat materi khutbah Jumat singkat tema larangan pelecehan seksual kepada perempuan dalam Islam. Materi ini sesuai dengan kondisi terkini masyarakat saat ini. Pelecehan seksual kepada perempuan banyak sekali terjadi dan sudah seharusnya diingatkan kesalahannya.
Penjelasannya Khutbah Jumat singkat dimulai dari pembahasan sempurnanya Islam dan sebagai agama rahmat bagi seluruh alam, termasuk dalam bab memuliakan seorang wanita dan ibu, sungguh suatu tuntunan hidup manusia.
Khutbah Jumat singkat ini selanjutnya membahas dua aspek, pertama vertikal atau hubungan seseorang dengan Allah SWT, lalu kedua horizontal yaitu sesama manusia yang harus saling menjaga satu dan lainnya, semua itu harus dilakukan.
Barulah setelah menyebutkan beberapa hal Khutbah Jumat singkat masuk ke tema larangan pelecehan seksual kepada perempuan dalam Islam, seharusnya seorang muslim bisa menghormati dan memuliakan sosok wania.
Kedudukan laki-laki dan wanita adalah sama diungkap pula dalam Khutbah Jumat singkat edisi ini, lalu dijelaskan bahwa tidak dibenarkan adanya pelecehan terhadap perempuan, Islam melarang pria berbuat tak senonoh.
Dikutip inNalar.com dari laman NU pada Senin, 20 Juni 2022 Khutbah Jumat singkat juga menerangkan bahwa kedua hamba perempuan dan laki-laki harus saling menghormati, tidak dibolehkan melecehkan satu sama lainnya.
Khutbah Jumat singkat I
اَلْحَمْدُ للهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ،
فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، اَلْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Di siang hari yang patut kita syukuri ini, marilah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas segala karunia-Nya.
Khatib mengajak jamaah sekalian untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada-Nya, karena dengan takwa, Allah akan memberikan jalan keluar dari problematika kehidupan yang kita alami.
Juga akan memberi kita anugerah yang melimpah tanpa disangka-sangka dari mana jalannya.
Jamaah kaum muslimin yang disayangi Allah
Islam adalah agama yang sempurna. Di dalamnya ada ajaran-ajaran mulia yang mengandung tuntunan ideal bagi orang-orang Islam, bahkan bagi seluruh manusia di muka bumi.
Jika melihat ajaran Islam, maka kita mendapati ada aspek vertikal dan ada pula aspek horizontal.
Aspek vertikal dalam agama Islam atau sering disebut dengan hablun minallah adalah hubungan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang harus dijaga dengan menaati dan menjalankan kewajiban-kewajiban.
Yang telah ditetapkan-Nya, seperti shalat lima waktu yang kita kerjakan setiap hari, puasa Ramadhan, ibadah haji dan lain-lain. Adapun aspek horizontal atau yang sering disebut dengan hablun minannas, adalah hubungan kita dengan manusia yang harus dijaga.
Dua aspek ini sangat penting kita pelihara, sehingga hubungan kita kepada Allah maupun hamba-Nya selalu terpelihara. Berangkat dari sini, dengan menjaga dua aspek hubungan vertikal dan horizontal, maka akan tercipta masyarakat yang tenteram dan damai.
Jamaah salat Jumat yang diberkahi Allah subhanahu wa ta’ala Berbicara hal yang telah disebutkan, salah satu aspek yang kadang tidak dipandang penting oleh sebagian dari kita adalah hubungan sesama manusia di antara kita.
Salah satunya mengenai penghormatan kita kepada perempuan. Beberapa waktu lalu kita dapati kabar soal korban pelecehan seksual. Peristiwa ini bukanlah hal yang baru di dunia ini.
Namun, pantaskah kita sebagai muslim yang taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk menganggap normal perbuatan tersebut? Tentu tidak!
Islam mengajarkan kita untuk menghormati semua manusia, baik laki-laki dan perempuan, tanpa pandang bulu. Islam menempatkan perempuan di posisi yang mulia, sebagaimana laki-laki.
Keduanya adalah makhluk ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala. Tidak berhak bagi laki-laki untuk berbuat senonoh kepada perempuan, begitu pun sebaliknya. Laki-laki harus menghormati perempuan, begitu pun sebaliknya.
Jamaah yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk menghormati perempuan. Salah satunya adalah dengan menyadarkan kita atas pentingnya menghormati ibu kita, dan ibu kita adalah seorang perempuan.
Maka perempuan haruslah dihormati oleh kita semua. Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ، فَقَالَ: مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَةٍ؟ قَالَ: أُمُّكَ. قاَلَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أَبُوْكَ. (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ)
Artinya, “Seorang sahabat datang kepada Nabi saw, kemudian bertanya: ‘Siapakah manusia yang paling berhak untuk dihormati?’ Nabi saw menjawab: ‘Ibumu’. Kemudian siapa wahai Nabi?’ ‘Ibumu’, jawab Nabi lagi.
‘Kemudian siapa lagi wahai Nabi?’’ ‘Ibumu”. Kemudian siapa wahai Nabi?’ ‘Bapakmu’, jawab Nabi kemudian’.” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Dalam hadis lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghimbau kepada para suami untuk memuliakan istrinya dengan berbuat baik kepada mereka.
Apabila ia memberi nasihat, maka harus menasihati dengan cara yang baik, tidak membentak-bentak istri. Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا
Artinya: “Perlakukanlah wanita dengan baik.” (HR Muslim).
Di hadis lain Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِلنِّسَاءِ (رواه الحكيم عن ابن عباس)
Artinya: “Sebaik-baik kamu adalah yang paling baik kepada perempuan.” (HR al-Hakim dari Ibnu Abbas).
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Islam adalah agama kasih sayang pembawa rahmat bagi alam semesta.
Islam membawa petunjuk bagi manusia untuk menuju kehidupan yang lebih baik setelah sebelumnya terkungkung pada adat istiadat zaman jahiliah yang penuh dengan kezaliman.
Pada zaman jahiliah, perempuan amatlah tidak berharga dan hina. Fakta-fakta sejarah mengungkapkan, beribu tahun sebelum Islam datang, khususnya di zaman Jahiliah, perempuan dipandang tidak memiliki kemanusiaan yang utuh.
Mereka tidak berhak bersuara, tidak berhak berkarya, dan tidak berhak memiliki harta. Pada masa itu, banyak orang tua yang menguburkan anak perempuannya secara hidup-hidup karena khawatir menanggung malu.
Budaya jahiliah merendahkan perempuan dan memandangnya sebagai makhluk hina.
Baca Juga: Heboh Rendang Babi, Ustadz Adi Hidayat Skak Mat Gus Miftah soal ‘Sejak Kapan Rendang Punya Agama?’
Islam hadir membela kelompok tertindas baik secara kultural maupun struktural. Di antara kelompok yang tertindas pada masa sebelum Islam adalah perempuan.
Tidak heran jika misi Rasulullah saw banyak berkaitan dengan upaya-upaya pembelaan dan pemberdayaan kaum perempuan.
Islam datang memproklamirkan kemanusiaan perempuan sebagai manusia utuh. Mengenai keadilan terhadap seluruh manusia, Allah subhanahu wa ta’ala sangat adil ketika menghitung amalan orang-orang beriman.
Baik laki-laki atau pun perempuan, jika mereka berbuat baik maka akan masuk surga. Dalam Al-Quran surah Surat al-Mu’min Ayat 40 Allah berfirman:
وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ يُرْزَقُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya, “Siapa pun yang mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab.” (QS al-Mu’min: 40).
Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala
Sebagai orang yang beragama Islam dan beriman kepada Allah, marilah kita hormati perempuan, jaga hak-haknya. Jangan biarkan kasus pelecehan seksual terhadap perempuan kembali muncul di tengah-tengah kita.
Baca Juga: Nasida Ria Manggung di Documenta Fifteen dan Lagu Qasidahnya Sukses Bikin Warga Jerman Berjoget Ria
Terkait pelecehan seksual, Mufti Mesir, Syauqi Ibrahim Allam menyatakan:
فَالتَّحَرُّشُ الْجِنْسِيُّ بِالمَرْأَةِ مِنَ الْكَبَائِرِ، وَمِنْ أَشْنَعِ الأَفْعَالِ وَأَقْبَحِهَا فِي نَظْرِ الشَّرْعِ الشَّرِيْفِ، وَلَا يَصْدَرُ هَذَا الْفِعْلُ إِلَّا عَنْ ذَوِي النُّفُوْسِ المَرِيْضَةِ وَالأَهْوَاءِ الدَّنِيْئَةِ الَّتِي تَتَوجَّهُ هِمَّتُهَا إِلَى التَّلَطُّخِ وَالتَّدَنُّسِ بِأوْحَالِ الشَّهَوَاتِ بِطَرِيقةٍ بَهِيْمِيَّةٍ وَبِلَا ضَابطٍ عَقْليٍّ أو إنْسَانِيّ
Artinya: “Kekerasan seksual terhadap perempuan termasuk dosa besar, dan tindakan yang paling keji dan buruk dalam pandangan syariat.
Kekerasan seksual hanya lahir dari jiwa-jiwa yang sakit dan birahi-birahi rendahan sehingga keinginannya hanya menghamburkan syahwat dengan cara binatang, di luar nalar logis dan nalar kemanusiaan”.
Marilah kita sama-sama mencegah kekerasan seksual. Di mulai dari sendiri, kemudian mengajarkannya kepada orang-orang di sekitar kita akan pentingnya menghormati dan menjaga hak-hak perempuan.
Dengan demikian, kita telah menjaga hubungan baik dengan Allah dan juga hamba-hamba-Nya, sehingga kehidupan sosial masyarakat di tengah-tengah kita menjadi aman dan tenteram.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca 20 Juni 2022: Bandar Lampung Berpotensi Hujan Ringan di Siang dan Sore Hari
Tentunya di bawah naungan kasih sayang dan keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم *
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لّآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ.
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Khutbah Jumat singkat ini disusun oleh Ustadz Amien Nurhakim, Musyrif Pesantren Luhur Ilmu Hadits Darus-Sunnah dan Mahasiswa Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi