Obsessive Compulsive Disorder atau OCD, Gangguan Mental yang Penderitanya Ingin Selalu Perfeksionis


inNalar.com
– Obsessive Compulsive Disorder atau OCD akhir-akhir ini sudah tidak asing lagi terdengar bagi sebagian orang.

Utamanya bagi para pengguna media sosial, kerap menemui konten-konten yang berseliweran di media sosial membahas mengenai OCD, bahkan menjurus pada penilaian/ diagnosis sendiri.

Layaknya sebuah tren, berdasar pantauan penulis di media sosial, seperti TikTok hingga Instagram. Konten mengenai OCD cukup ramai dikomentari pengguna media sosial.

Baca Juga: Andrew Kalaweit, Pemuda Tampan yang Hidup di Tengah Hutan Lebat Kalimantan, Intip Kesehariannya di Sini

Seperti dilansir inNalar.com dari video unggahan seorang dokter muda Ekida Rehan Firmansyah melalui akun Instagram pribadinya @ekidarehanf dengan hashtag pada video #setauekida EP 392 pada 5 Juni 2022.

Dalam unggahan tersebut Ekida turut mengkolaborasikan videonya dengan salah satu video animasi kartun yang sebelumnya beredar di dunia maya dan menggambarkan perilaku pengidap OCD.

“Sebenarnya video ini bagus ya tapi di komen banyak yang salah artiin, ada yang diagnosis sendiri aku OCD nih soalnya kelakuannya kayak gini, ada juga yang bangga aku OCD soalnya kerjaan aku rapi dan perfek sehingga bagus kerjanya,” ucapnya di awal video sambil menunjuk video animasi perilaku OCD.

Baca Juga: Heboh Rendang Babi, Ustadz Adi Hidayat Skak Mat Gus Miftah soal ‘Sejak Kapan Rendang Punya Agama?’

Selanjutnya Ekida turut menjelaskan bahwa jangan salah kaprah dalam menilai gangguan OCD, sebaiknya kita mampu membedakan antara OCD atau ciri kepribadian anankastik atau perfeksionis.

Obsessive dalam gangguan OCD berupa pikiran terus menerus dan terus berulang, pikiran ini harus ditekan dengan pikiran yang lain. Misalnya, terus menerus merasa bahwa diri atau tangannya kotor.

Lalu selanjutnya yaitu Compulsive yang pada gangguan OCD adalah melakukan satu aktivitas secara berulang terus menerus berulang untuk menghilangkan dan menekan pikiran obsessive yang dimiliki.

Baca Juga: Bertemu Hantu Ibu di Trailer, Endy Arfian Ungkap Kengerian Saat Syuting Pengabdi Setan 2

Contoh dari perilaku Compulsive seperti, mencuci tangan berkali-kali bahkan sampai puluhan kali hingga tangan iritasi untuk menghilangkan pikiran dan perasaan bahwa tangannya kotor.

Sedangkan pada ciri kepribadian anankastik atau perfeksionis, seseorang akan cenderung menyukai kerapihan dalam segala hal, melakukan pekerjaan sesuai dengan urutan, dan dampak yang timbul dari perilaku ini membuat positif serta bahagia.

Jika merasa bahwa diri sendiri mengalami gangguan atau bahkan menderita OCD, maka harus segera ke psikiater supaya mendapat penanganan sesuai langsung dari ahlinya.

Apabila dibiarkan begitu saja, OCD dapat sangat mengganggu penderitanya karena pasti mengalami hendaya dalam kehidupan sehari-hari. Hendaya yaitu tidak mampu melakukan aktivitas seperti selayaknya, contohnya tidak bisa bekerja, tidak bisa belajar.

Baca Juga: Kenapa Bulan Juni Masih Turun Hujan? BMKG Ungkap Faktor Penyebabnya

Maka dari itu sebaiknya segera cek dan jangan diagnosis secara pribadi.***

Rekomendasi