Awas Begal Rekening! Begini Himbauan OJK Indonesia Terkait Social Engineering, Simak Sebelum Anda Jadi Korban


inNalar.com
– Dunia perbankan kembali digegerkan dengan adanya modus Begal Rekening melalui Social Engineering.

Menurut pantauan inNalar.com, tagar Awas Begal Rekening kembali Trending urutan ke 9 di media sosial Twitter. Banyak cuitan warganet terkait modus Begal Rekening yang juga dihimbau secara resmi oleh Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK Indonesia).

“Belakangan ini sedang ramai diperbincangkan mengenai Soceng (Social Engineering) oleh warganet, sebelum kamu menjadi salah satu korbannya, yuk kenali dulu modus para pelaku berikut…!!! Awas Begal Rekening …!!!,” begitu cuitan akun twitter milik Tukang Loating yakni @CuPAngKuH.

Baca Juga: PPDB Jawa Barat 2022 Tahap 1 Resmi Diumumkan, Berikut Link untuk Melihat Siapa Saja yang Lolos Seleksi

Cuitan tersebut diunggah hari Senin, 20 Juni 2022 pukul 12.00 dan mendapat respon berupa 85 retweets, 23 komentar dan disukai 93 pengguna Twitter.

Cuitan itu juga disertai foto himbauan dari Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK Indonesia).

Dilansir inNalar.com melalui unggahan akun Instagram @ojkindonesia, OJK Indonesia memberi pengenalan kepada warganet tentang 4 modus Social Engineering (SOCENG) yang sedang marak saat ini.

Baca Juga: Viral Suami Baru Tahu Istrinya Ternyata Penyuka Sesama Jenis Setelah Menikah 18 Tahun Menikah

“Yuk Kenali modus Soceng yang lagi marak saat ini agar Sobat bisa menghindarinya,” begitu caption unggahan foto pada akun Instagram @ojkindonesia

Lantas, apa saja 4 modus Begal Rekening melalui Social Engineering tersebut menurut OJK Indonesia? Mari Simak Selengkapnya

1. Info Perubahan Tarif Transfer Bank
Penipu berpura-pura sebagai pegawai bank dan menyampaikan informasi perubahan tarif transfer bank kepada korban. Penipu meminta korban mengisi link formulir yang meminta data pribadi seperti PIN, OTP, dan Password.

Baca Juga: Wanita Ini Diduga Mengalami Pelecehan saat Naik KAI Argo Lawu Jurusan Solo-Jakarta, Videonya Bikin Greget

2. Tawaran Menjadi Nasabah Prioritas
Penipu menawarkan iklan upgrade menjadi nasabah prioritas dengan segudang rayuan promosi. Penipu akan meminta korban memberikan data pribadi seperti Nomor Kartu ATM, PIN, OTP, Nomor CVV/CVC, dan Password.

3. Akun Layanan Konsumen Palsu
Akun media sosial palsu yang mengatasnamakan bank. Akun biasanya muncul ketika ada nasabah yang menyampaikan keluhan terkait layanan perbankan. Pelaku akan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan keluhannya dengan mengarahkan ke website palsu pelaku atau meminta nasabah memberikan data pribadinya.

4. Tawaran Menjadi Agen Laku Pandai
Penipu menawarkan jasa menjadi agen laku pandai bank tanpa persyaratan rumit. Penipu akan meminta korban mentransfer sejumlah uang untuk mendapatkan mesin EDC.

Baca Juga: Simak Ramalan Zodiak Hari Ini, Leo Harus Jaga Kesehatan Mental, Virgo Jangan Gegabah

“Hati-Hati Tertipu SOCENG. Petugas Bank tidak akan meminta atau menanyakan Password, PIN, MPIN, OTP, atau data pribadi Anda. Cek Keaslian Telepon, Akun Media Sosial, Email dan Website Bank.” begitu himbauan yang disampaikan oleh OJK Indonesia melalui akun Instagramnya @ojkindonesia

Jangan Lupa untuk Selalu waspada dan berhati-hati saat akan bertransaksi ya!***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]