Terus Dihantam Ombak! Pulau Mungil di Kepulauan Riau ini Terancam Hilang Tenggelam

inNalar.com – Kepulauan Riau memiliki banyak pulau-pulau kecil di dalamnya, salah satunya Pulau Mensemut. Pulau Mensemut sering dihantam ombak sehingga mengalami abrasi parah, bahkan terancam hilang.

Pulau Mensemut terletak di Desa Penaah, Kecamatan Lingga, Kepulauan Riau. Jika dilihat di Google Earth, Pulau ini ini bernama Selentang.

Lebih kurang terdapat 20 keluarga yang menetap di Pulau Mensemut saat ini dengan mata pencaharian sebagai nelayan.

Baca Juga: 3 Kampung di Indonesia yang Menolak Masa Depan, Ternyata Begini Alasannya

Pulau Mensemut setiap harinya dihadapkan dengan ombak yang gelombangnya bisa mencapai tiga sampai lima meter. Tentu ombak setinggi itu berbahaya jika masih dijadikan pemukiman penduduk.

Kondisi pulau jauh dari daratan, di tengah laut dan tidak ada bukit atau penghalang apabila cuaca laut buruk.

Abrasi di Pulau Mensemut semakin parah. Jarak pantai ke rumah warga yang awalnya 30 meter, kini tinggal berjarak 10 meter.

Baca Juga: Mengulik Deretan Tradisi Unik Desa di Kaki Gunung Rinjani, Kawin Lari Salah Satunya

Pada awalnya, terdapat batang pohon untuk mencegah badai kencang di laut dan abrasi, tetapi karena abrasi yang parah, pepohonan yang yang ditanam justru ikut tenggelam di laut.

Pada tahun 2020, abrasi juga sudah merobohkan lima rumah kayu milik warga.

Tidak hanya itu, abrasi pantai dan badai yang terus menerjang membuat makam yang ada di sana hancur. Masyarakat hanya dapat mengambil tulang-belulang yang masih tersisa dan relokasi ke pemakaman di pulau yang terdekat.

Baca Juga: 6 Fakta Menarik Jembatan Terpanjang di Indonesia, si Penghubung Dua Daratan Terpisah Jawa Timur

Melihat kondisi demikian, mengapa penduduk masih bertahan?

Penduduk yang tinggal lama di sana sudah turun-temurun dari nenek moyang mereka sehingga mereka memutuskan untuk tetap tinggal di pulau yang hampir hilang itu.

Di Pulau Mensemut mereka dapat hasil tangkapan ikan ddan cumi-cumi yang melimpah ruah. Jarak mereka untuk melaut tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya.

Baca Juga: Banyak yang Belum Tahu, Leluhur Suku Madura Ternyata Bukan Berasal dari Indonesia

Warga di sana berpendapat, jika harus pindah ke pulau lain, belum tentu akan mendapat tangkapan ikan sebanyak di sini.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal mengatakan sudah melakukan kunjungan dan observasi ke Pulau Mensemut.

Abrasi yang terjadi sudah sangat parah sehingga tepi pantai terus terkikis. Inilah yang membuat pulai Mensemut semakin mengecil.
Baca Juga: Bikin Nostalgia! Kuliner di Pasar Tradisional Terbesar di Yogyakarta Ini Penuh Nuansa Tempo Dulu

Riko Kurniawan, Direktur Eksekutif Walhi Provinsi Riau mengatakan, abrasi yang cukup parah ini merupakan dampak dari pemanasan global. Keadaan akan semakin parah apabila tidak ada kemauan kuat dari masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi kasus global ini.

Untuk antisipasi jangka pendek yang dilakukan oleh pemerintah setempat, yaitu dengan membangun batu pemecah ombak sekitar 200 meter dan melakukan penanaman mangrove di sekitar pulau untuk menahan ombak.

Sebagai solusi jangka panjang, perlu diadakan kajian lebih dalam secara sosial dan ekonomi karena ini akan berkaitan dengan pemindahan warga ke tempat lain.

Selain itu, pemerintah dan kita sebagai masyarakat harus berupaya mengurangi emisi karbon dalam berbagai aktivitas. Jangan sampai hal ini juga terjadi di pulau-pulau yang lain.*** (Aliya Farras Prastina)

 

Rekomendasi