Ternyata di Pelosok Jawa Timur Ini Masih Menyisakan Keturunan Majapahit, Ini Faktanya

inNalar.com – Majapahit merupakan salah satu kerajaan tersbesar di Nusantara di masa lampau. Lebih tepatnya titik kekuasaan berpusat di jawa timur.

Kerajaan Majapahit berdiri pada tahun 1293 sampai sekitar 1527 menurut buku berjudul Hikayat Majapahit: Kebangkitan dan Keruntuhan Kerajaan Terbesar di Nusantara oleh Nino Oktorino.

Puncak kejayaan Majapahit dipimpin oleh Prabu Hayam Wuruk maharaja ke-4 yang memerintah tahun 1350 sampai 1389 yang didampingi oleh Patih Gajah Mada.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah Unik dan Kuno Peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Muaro Jambi

Meski sudah lama runtuh, tetapi jejak kejayaannya masih bisa terlihat sampai hari ini. Salah satunya keturunan dari Majapahit.

Salah satu daerah yang masih terdapat keturunan majapahit adalah Desa Manduro di Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.

Sejarah Desa Manduro
1. Asal Usul Desa Manduro
Dilansir dari website pemerintah Provinsi Jawa Timur, desa ini dipercaya merupakan keturunan dua perlarian dari Madura.

Baca Juga: Mengaku Keturunan Majapahit, Warga Desa di Jombang, Jawa Timur Tak Bicara dengan Bahasa Jawa

Menurut cerita rakyat dua pelarian tersebut awalnya bermukim di sekitar perbukitan yang dulu masih berupa hutan.

Meski belum ada informasi yang jelas mengenai identitas dua pelarian tersebut. Menurut Warito selaku sekretaris Desa Manduro yang mendapat informasi dari ‘Mbah Lurah Sepuh’.

Kedua pelarian tersebut adalah laskar Trunajaya yang kalah perang pada saat itu. Namun menurut Imam Ghozali selaku budayawan Kabupaten Jombang.

Baca Juga: 5 Kabupaten Terluas di Jawa Barat 2024, Nomor 1 Disabet Daerah Berjuluk Ratu Kidul Ini

Ada dua versi yang merupakan nenek moyang Desa Manduro, yaitu laskar Trunajaya atau keturuna Pangeran Arya Wiraraja.

Seiring waktu mereka menetap disana, membentuk komunitas dan memiliki keturunan yang sekarang dikenal sebagai Desa Mnaduro.

2. Hubungan dengan Kerajaan Majapahit
Menurut sejarah desa ini memiliki kaitan yang erat dengan Majapahit. Karena letak geografis yang dekat dengan pusat kerajaan Hindu terbesar.

Baca Juga: Desa di Purwokerto, Jawa Tengah Ini Ternyata Penghasil Abang Cireng, Sekampung Kompak Bisnis Aci

Leluhur Desa Manduro merupakan keturunan Majapahit yang menyingkir ke daerah pegunungan, saat diserang oleh Kesultanan Demak. Hal ini merupakan yang diyakini oleh masyarakat Manduro.

Dan juga menurut kepercayaan lokal, situs bersejarah yang berada di desa ini merupakan berasal dari masa majapahit.

Dusun Gesing dan Warisan Sejarahnya

3. Peninggalan sejarah di Dusun Gesing
Dusun gesing disebut daerah pertama yang dihuni oleh kedua pelarian Madura di Manduro.

Dusun ini memiliki banyak peninggalan sejarah yang dianggap sakral adalah Dusun Gesing. Walaupun belum ada penelitian arkeologi yang memastikan kebenarannya.

Namun peninggalan tersebut dipercaya peninggalan dari Kerajaan Majapahit atau dari wali islam yang merupakan nenek moyang mereka.

4. Sendang Weji
Salah satu situs penting bagi masyarakat Dusun Gesing adalah Sendang Weji, yang dipercaya sebagai tempat Sunan Geseng ‘Nyilem’ atau menghilang.

Situs ini dianggap sakral karena dianggap memiliki energi yang sering menyebabkan fenomena aneh kepada penduduk. Seperti pergantian warna air di waktu tertentu.

Tempat ini juga dipercaya sebagai pusat kekuatan bagi masyarakat sekitar. Sehingga masyarakat rutin mengadakan ritual khusus dengan persembahan berupa tumpeng dan hasil panen.

5. Hubungan Masyarakat Manduro dengan Majapahit
Dengan adanya peninggalan berupa puing-puing dan situs bersejarah, yang ditambah dari cerita rakyat.

Sehingga membuat masyarakat percaya bahwa mereka merupakan keturunan Majapahit. Walaupun belum ada penelitian lebih lanjut.***

 

Rekomendasi