Sudah Diakui Oleh UNESCO, Ini Dia Desa Adat Terbersih di Dunia Ternyata Ada di Indonesia

inNalar-Salah satu desa adat di Bali masuk dalam desa terbersih di dunia. Desa tersebut adalah Desa Penglipuran.

Berdasarkan penilaian UNESCO, Desa Penglipuran menjadi juara ketiga sebagai desa terbersih di dunia. Selain karena desa yang terususun rapi dan bersih, UNESCO melihat bahwa di desan ini terdapat parit saluran air di kanan kiri dengan lebar 50m yang memiliki sanitasi yang sangat lancar. 

Desa Penglipuran berada di daerah dataran tinggi dengan ketinggian 600m diatas permukaan laut, memiliki panjang 1km dan lebar jalan menurun selebar 4m. 

Baca Juga: Jadi Desa Tertinggi di Pulau Jawa, Kampung Ini Bak Hidup di Atas Awan: Lokasinya 3 Jam dari Semarang

Lokasi Desa Penglipuran berada di kelurahan kubu, kecamatan Bangli di Provinsi Bali. karena dinobatkan sebagai desa terbersih oleh UNESCO, maka tidak heran apabila banyak wisatawan yang ingin mengunjungi desa ini.

Sehingga desa penglipuran memiliki beberapa nama julukan, yakni Desa Wisata, Desa Adat, dan Desa Budaya.

Di dalam desa ini terdapat ladang, hutan bambu, sungai sangsang, kuburan, dan perkebunan.

Baca Juga: Wow! Ternyata Ada Desa Miliarder di Gresik, Jawa Timur yang Dulunya Daerah Tertinggal

Rumah-rumah di desa ini memiliki arsitektur khas yang masih terjaga dengan baik keasrian dan tatanan desa. Tata letak rumah yang tersusun rapi disepanjang jalan dengan memiliki gerbang yang seragam, serta halaman didepan rumah yang sangat bersih. 

Filosofi nama Desa Penglipuran memiliki maknanya tersendiri, kata “pengeling” berarti mengingat dan “Pura” berarti tanah leluhur. Sehingga secara utuh kata penglipuran memiliki makna “ingat kepada tanah leluhur”.

Ditetapkan sebagai desa terbersih di dunia, desa ini memiliki aturan terhadap kebersihan lingkungan. Aturan adat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan ini diatur secara ketat dan diikuti dengan baik oleh warga setempat. 

Baca Juga: Waspada Penipuan, Begini Cara Bedakan BRImo FSTVL yang Asli dan Palsu!

Desa Penglipuran terbagi menjadi beberapa wilayah, yakni pada bagian hulu desa digunakan sebagai tempat Pura atau tempat suci, kemudian di bagian tengah digunakan untuk perumahan warga, dan terakhir bagian hilir yang dipergunakan untuk wilayah pemakaman. 

Pembagian wilayah ini dikenal dengan nama “Tri Mandala”, yakni terbagi menjadi Utama Mandala, Madya Mandala, dan Nista Mandala.

Pembagian wilayah ini berdasarkan filosofi hidup masyrakat Bali yang sampai saat ini masih mengimplementasikan keseimbangan antara umat manusia, alam, dan roh leluhur.

Selain terkenal dengan kebersihannya, desa ini juga memiliki kesenian khasnya. Beberapa diantaranya adalah Drama Gong, Tari Baris Bedil, Tari Senja Arja, dan Tari Baris Jojor. 

Hal menarik lainnya ialah upacara Ngusaba Paruman dilakukan hanya pada saat purnama kapat atau biasa dikenal dengan hari yang baik untuk memberi sedekah, hal ini dilakukan sebagai persembahan bagi Dewa Brahma dan Dewa Wisnu.

Selain sudah mendapatkan penghargaan sebagai desa terbersih di dunia, desa ini juga pernah mendapatkan penghargaan Top 100 Sustainable Destination, Indonesia Sustainable, dan penghargaan Kalpataru.(***Gebriel Hemas)

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]