Ini Alasan Para Ahli soal Venus yang Sempat Dicanangkan Layak Huni


inNalar.com
– Venus adalah planet terdekat kedua dengan matahari setelah Merkurius sekaligus tetangga bumi, sama seperti Mars.

Namun anehnya, banyak para ahli lebih sering mengatakan untuk memindahkan orang Bumi ke Mars ketimbang ke Venus. Berikut beberapa alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Paul M. Sutter, seorang astrofisikawan di The Ohio State University, mengatakan kepada Space betapa buruknya Venus, meski dia dikenal dalam mitologi Yunani sebagai dewi cinta dan kecantikan. Bahkan dia juga mengatakan bahwa planet Venus adalah neraka.

Baca Juga: Planet Neraka, 7 Fakta Venus yang Tidak Bisa Ditempati Manusia

Venus Disebut Neraka?

Dari segi suasana, Sutter menyatakan suasana di Venus lebih buruk dari kabut asap di LA. Hampir seluruhnya Venus dikelilingi oleh karbon dioksida yang sangat tebal. Selain itu, 4% dari atmosfer planet tersebut adalah nitrogen, yang artinya lebih banyak daripada di Bumi.

Di atas planet Venus, terdapat awan yang terbuat dari asam sulfat. Dengan kondisi awan asam sulfat yang sangat reflektif dan atmosfer lainnya yang tebal, mengakibatkan kurang dari 3% cahaya matahari yang bisa mencapai Venus. Sehingga, sulit untuk membedakan antara siang dan malam.

Meski kurang mendapatkan cahaya, ternyata suhu di Venus sangat tinggi sehingga bisa melelehkan timah. Suhu di Venus mencapai di atas 700°F atau 370°C. Bahkan di beberapa tempat di lembah yang dalam, suhu bisa mencapai 750°F (400°C).

Baca Juga: Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 1 Resmi Keluar, Berikut Link dan Cara Daftar Ulang

Venus juga memiliki rotasi yang aneh di tata surya. Hal aneh pertama adalah bahwa Venus berputar ke belakang, yang artinya matahari akan terbit di Barat dan tenggelam di Timur. Keanehan selanjutnya adalah Venus berotasi sangat lambat, dengan rotasi Venus selama dua hari memakan waktu satu tahun di bumi.

Selain itu, tekanan udara di permukaan Venus sangatlah ekstrem, yaitu sekitar 90 kali lipat lebih tinggi dibandingkan di Bumi. Artinya, tekanan udara di sana hampir sama dengan tekanan air di kedalaman satu kilometer bawah laut bumi.

Planet Venus Sempat Dikira Bisa Jadi Pengganti Bumi

Berangkat dari hal itu, memang awalnya para ilmuwan berpikir bahwa Venus bisa jadi planet yang menyenangkan. Adapun alasannya karena posisi Venus sangatlah dekat dengan Bumi, dan juga Venusa terbuat dari bahan, dan ukuran massa yang kira-kira sama dengan Bumi. Saat itu, Venus disebut sangat kuat menjadi zona layak huni.

Baca Juga: BMKG Prediksi Gelombang Sangat Tinggi di Perairan Selatan Jawa Hari Ini, Penyebabnya Pola Angin

Namun, seiring bertambahnya usia matahari, zona layak huni itu terus bergerak keluar, dan segalanya mulai kacau. Suhu di Venus naik, dan lautan mulai menguap, membuang banyak uap air ke atmosfer. Uap air ini sangat baik dalam menangkap panas, yang selanjutnya meningkatkan suhu di permukaan dan menyebabkan lautan semakin menguap.

Hal tersebut membuat Venus menjadi rumah kaca pelarian dengan semua air yang dibuang ke atmosfer merangkap panah sebanyak mungkin, dan suhu permukaan yang terus meroket. Inilah yang menyebabkan suhu di Venus menjadi sangat panas. Sutter mengatakan, mungkin butuh waktu lebih dari 100 tahun untuk menemukan potensi kehidupan di Venus.

Maka dengan demikian, Venus resmi dinyatakan tak layak dihuni. Itulah alasan para ahli membatalkan alasan mengapa Venus tak jadi layak huni.***

Rekomendasi