

inNalar.com – Konten promosi Holywings Indonesia terkait minuman alkohol gratis untuk konsumen bernama Muhammad dan Maria menuai kecaman dari berbagai pihak.
Salah satunya datang dari PP Muhammadiyah yang mengecam keras penggunaan nama Muhammad untuk konten promosi minuman keras (miras) tersebut.
Dikutip inNalar.com dari Twitter @bukupembaharu, PP Muhammadiyah minta pihak Holywings tidak main-main terkait penggunaan nama dengan simbol agama.
Baca Juga: Pendaftaran Universitas Terbuka Masih Dibuka hingga Agustus, Ada Fakultas dan Program Studi Apa Aja?
“Muhammadiyah meminta Holywings jangan main-main dengan nama yang terkait dengan simbol agama yang dihormati,” kata Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dadang Kahmad.
Ia juga menyampaikan bahwa penggunaan nama dengan simbol agama terkait konten promosi miras merupakan tindakan yang tidak baik dan tidak sopan.
Dadang menjelaskan bahwa nama Muhammad adalah nama yang sakral bagi umat Muslim. Maka penggunaannya dalam konten promosi minuman beralkohol merupakan tindakan yang tidak pantas dilakukan.
“Saya kira tidak elok dan menyebalkan. Nama (Muhammad) yang menjadi simbol Islam malah dipakai main-main,” ujar Ketua PP Muhammadiyah tersebut.
Baca Juga: Garuda Nusantara Ditahan Imbang Persija EPA, STY Soroti Kondisi Fisik Pemain
Dikutip dari inNalar.com dari AntaraNews, ketua PP Muhammadiyah tersebut menduga konten promosi Holywings mengandung maksud tertentu.
“Kalau tidak ada maksud tertentu maka tidak mungkin dia berani pakai nama Muhammad,” kata Dadang.
Menurutnya, hal tersebut karena pihak Holywings sudah berani untuk mencantumkan nama yang sakral dari suatu golongan agama pada konten promosi yang membuat geger tersebut.
“Pertama, nama itu biasa digunakan umat Islam yang tahu tidak menenggak minuman beralkohol. Kedua nama Muhammad merupakan nama seorang nabi yang suci,” ujarnya.
Menuai banyak kritikan serta berbagai kecaman dari warganet, pihak Holywings saat ini sudah menghapus unggahan promosi miras tersebut dari Instagramnya.
Baca Juga: Bukan Liburan, Inilah 8 Cara Healing Gratis yang Bisa Dicoba di Rumah
Pihak manajemen Holywings juga sudah menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui laman resmi @holywingsindonesia.
Melalui unggahan permohonan maafnya, pihak manajemen Holywings mengaku tidak sampai hati untuk mengaitkan konten promosi tersebut dengan unsur agama.
Pihaknya juga meminta izin untuk memperbaiki diri dan berusaha agar dapat menjadi lebih baik di kemudian hari.
“Terimalah permohonan maaf kami dan izinkanlah kami untuk memperbaiki hal ini serta menjadi lebih baik lagi kedepannya,” tulis akun @holywingsindonesia.***