

inNalar.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut Sesar Baribis di selatan Jakarta terbukti aktif dengan estimasi laju geser mencapai sekitar 5 milimeter per tahun. Aktifnya Sesar Baribis ini berdasarkan peneliti ITB dan ilmuwan dari kampus dunia.
Hal tersebut berangkat dari hasil studi tentang keaktifan Sesar Baribis ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Scientific Reports (Nature) dengan judul ‘Implications for fault locking south of Jakarta from an investigation of seismic activity along the Baribis fault, northwestern Java, Indonesia’.
Hasil penelitian tersebut diprakarsai oleh peneliti. Adpaun kelima peneliti tersebut adalah S. Widyantoro dari ITB dan P. Supendi dari BMKG. Keduanya juga berkolaborasi dengan ilmuwan dunia lainnya.
Baca Juga: Thomas Doll Kritik Pelaksanaan Piala Presiden Usai Persija Jakarta Dipermalukan Borneo FC
S. Widyantoro dan kawan-kawan dalam studinya mengungkap bahwa Sesar Baribis kemungkinan aktif. Sesar ini berada di barat laut Pulau Jawa.
“Penyebaran seismik lubang bor baru-baru ini yang dilakukan di sepanjang Sesar Baribis di barat laut Jawa mengungkapkan bahwa itu mungkin aktif,” tulisnya.
Dari studi ini juga terungkap bahwa Sesar Baribis barat masih terkunci. Namun, Sesar ini rentan untuk daerah Jakarta Selatan dan sekitarnya. Daerah tersebut rentan terhadap bencana gempa bumi.
“Pengamatan ini menyiratkan bahwa Sesar Baribis barat terkunci, dan bahwa daerah sekitarnya, termasuk Jakarta Selatan dan sekitarnya, mungkin sangat rentan terhadap gempa bumi yang cukup besar di masa depan ketika akumulasi energi regangan elastis akhirnya dilepaskan selama patahan patahan,” ungkapnya.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Esok Hari 27 Juni 2022: Kabupaten Jember Diperkirakan Berawan Sepanjang Hari
Kendati begitu, hingga saat ini Sesar Baribis tidak masuk dalam peta potensi bahaya nasional. Studi ini mendorong agar peta potensi bahaya nasional ini dikaji kembali.
Menanggapi hal tersebut, BMKG membenarkan Sesar Baribis di selatan Jakarta terbukti aktif dengan estimasi laju geser mencapai sekitar 5 milimeter per tahun.
BMKG mengapresiasi hasil kajian tentang aktifnya Sesar Baribis di selatan Jakarta. Menurut Daryono, jalur sesar Baribis dan sekitarnya meliputi kota besar seperti Bogor, Bekasi, dan Jakarta yang diperkirakan memiliki panjang sekitar 100 km.
Jalur sesar tersebut melintas di selatan Jakarta sebagai segmen Jakarta, disamping segmen yang berada di sebelah timur yang dapat disebut sebagai segmen Bekasi-Purwakarta. Sehingga, dapat dikatakan Jakarta bagian selatan rentan dilanda gempa bumi.
Baca Juga: 8 Kombinasi Makanan Umum yang Mengancam Kesehatan Perut, Cek Apa Saja Kombinasinya!
Secara terpisah, studi ini pun direspons oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia mengatakan akan mengecek Sesar Baribis itu.
“Nanti akan saya cek kembali,” kata Anies dilansir Antara, Sabtu (25/6/2022).***