

inNalar.com – Membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga adalah kunci untuk membentuk keluarga yang aman dan nyaman.
Untuk menyatakan suatu rumah itu nyaman, ada banyak teorinya. Tapi dr Aisah Dahlan, CHt menyarankan untuk memakai 1 cara sederhana saja sebagai awal upaya untuk membangun suasana rumah yang lebih nyaman.
Dilansir inNalar.com dari video “TEORI KOMUNIKASI NYAMAN DALAM KELUARGA – dr Aisah Dahlan CHT.” unggahan akun YouTube SUAS Videos, dr Aisah memaparkan cara tersebut.
Apakah cara sederhana yang dimaksud? Ternyata sangat sederhana, yaitu senyum. Ternyata, senyum bisa jadi salah satu cara sederhana untuk membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga.
“Kalau bicara sama keluarga, suami ke istri, istri ke suami, bapak ibu ke anak-anak, tolong perbanyak senyum,” kata dr Aisah Dahlan.
Untuk membuat suasana lebih nyaman, baik di lingkungan rumah maupun tempat kerja sebaiknya lebih banyak senyum.
Baca Juga: Niat Puasa Arafah Sehari Sebelum Idul Adha 2022, Lengkap Dengan Keutamaannya
Pada saat kita tersenyum, ada penjelasan ilmiah yang mempengaruhi kondisi tubuh manusia menjadi lebih baik.
Akan keluar hormon bahagia dari sebuah kelenjar yang ada di pertemuan antara 2 alis. Disitu terdapat hormon bahagia dan hormon penghilang nyeri, jelas perempuan yang sering disebut Bu Isah ini.
“Jadi kalau kita senyum, dia akan keluar lewat pembuluh darah dan akan membuat kita bahagia,” lanjut dr Aisah Dahlan.
Lebih lanjut, Founder Yayasan Penanggulangan Narkoba Sahabat Rekan Sebaya ini menjelaskan bahwa senyum yang baik minimal harus ditahan selama 7 detik.
Karena itulah waktu minimal yang dibutuhkan agar stimulasi dari sudut bibir ke tempat kelenjar dan dapat memicu hormon dopamine untuk keluar.
Dengan tersenyum, hubungan antara suami-istri maupun anak dan orang tua akan bisa lebih cair dan lebih nyaman.
Harapannya, tidak ada permasalahan yang tidak bisa terselesaikan dan membuat suasana dalam rumah menjadi tidak nyaman.
dr Aisah Dahlan juga menghimbau untuk sering tersenyum bukan hanya di lingkungan rumah. Tapi juga di lingkungan pekerjaan.
Sehingga, dapat lebih meminimalisir emosi negatif yang berpotensi muncul baik itu di rumah maupun di tempat kerja.
Baca Juga: 5 Karakter Generasi Z Menurut dr Aisah Dahlan, Cek Kamu Tergolong yang Nomor Berapa?
Meski demikian, dr Aisah juga menyebut ada waktu-waktu tertentu bagi perempuan untuk sulit tersenyum.
Mengingat emosi seorang perempuan yang dikenal lebih fluktuatif dan bisa berubah-ubah karena berbagai faktor. Salah satunya adalah saat menjelang dan sedang menstruasi.
Pada kondisi menstruasi, perempuan akan lebih sulit tersenyum dan cenderung sulit mengontrol emosi.
Kendati demikian, Bu Isah kembali mengingatkan untuk mengusahakan untuk selalu tersenyum untuk dapat meningkatkan kenyamanan bersama. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi