Begini Cara Mengatasi Anak Pendiam dan Penakut Ala dr Aisah Dahlan, Mudah tapi Sering Terlupakan


inNalar.com
– Dr Aisah Dahlan adalah seorang praktisi neurparenting yang banyak terjun ke dunia rehabilitasi pasien narkoba.

Pada 22 Januari 2022, dr Aisah Dahlan menyampaikan materi tentang cara mengatasi anak pemalu dan penakut yang diunggah ke kanal YouTube Pecinta dr Aisah Dahlan.

Saat itu, dr Aisah Dahlan menjawab satu pertanyaan dari seorang ibu introvert yang memiliki anak perempuan yang juga introvert sepertinya. Ia menanyakan bagaimana cara agar bisa lebih mudah berkomunikasi dengan anaknya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Bertemu Presiden Vladimir Putin di Moskow, Rusia, Ini yang Dibahas

“Masya Allah, satu tadi kuncinya adalah lihat apa kalau anak perempuan? Lihat wajah. Kalau anak perempuan lagi ngomong, lihat wajah,” kata dr Aisah Dahlan.

Anak introvert adalah anak yang jarang bercerita dan mengungkapkan perasaan. Jadi, jika anak introvert sedang ingin bercerita, kita harus memusatkan perhatian pada mereka walaupun mereka tidak melihat wajah kita.

Baca Juga: Bali United Gagal Lolos ke Semifinal AFC Cup 2022, Teco Ungkap Kelemahan Tim

“Kalau anak ekstrovert, pas dia bilang lucu, kita senyum,” ujar dr Aisah Dahlan. Menurutnya, banyak orangtua yang justru diam saat anaknya bercerita tentang hal-hal yang menurut mereka lucu.

Sebaliknya, anak introvert lebih butuh pancingan untuk bisa bercerita. “Jangan sama-sama gara-gara Bunda introvert, anaknya diem, Bunda juga diem. Bunda yang pancing, tapi dengan kesabaran dan lihat wajah.” Ia menjelaskan.

“Karena anak introvert itu mau ngomong sama Bundanya sampai dia percaya bahwa Bundanya bener-bener ngasih waktu sama dia.” Tambah dr Aisah Dahlan menguraikan alasan pendiamnya anak introvert.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 2022 Grup A : Akan Main Malam, Laga Perdana Lawan Vietnam

Berikutnya, ada pertanyaan mengenai cara mengatasi anak yang ketakutan dan terus teringat dengan cerita horor yang ia tonton. Dr Aisah Dahlan pun langsung memberikan tipsnya.

“Tolong tidak dilabel ‘Kakak penakut amat, sih.’ Nah, itu yang anak-anak nggak suka. Itu tambah takut nanti,” tuturnya. Dr Aisah Dahlan menambahkan, “Caranya adalah dengan memvalidasi emosi.”

Memvalidasi emosi bisa dilakukan dengan mengatakan kalimat-kalimat seperti “Kakak masih takut, ya?” Kemudian ajak anak menarik dan membuang napas sambil membaca ta ‘awudz dan istighfar.

Baca Juga: Indonesia Kini Resmi Punya 37 Provinsi Setelah Pemekaran Papua, Simak Daftarnya Berikut

Rasa takut tersebut akan hilang seiring waktu. Yang penting, ketika anak kembali merasa takut, kita harus membantunya dengan cara tersebut. “Nanti lama-lama dia terbiasa untuk mengendalikan perasaan apapun,” ucap dr Aisah Dahlan.

Dr. Aisah Dahlan menyebutkan alasan adanya anak yang pemberani dan penakut. “Itu karena watak.”

Ketika ada hal yang membuat anak ekstrovert takut, mereka malah akan menantangnya. “Memang senang berinteraksi dengan banyak hal termasuk orang, termasuk setan” kata dia diselingi tawa.

Baca Juga: Menpan RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo pada Jumat, 1 Juli 2022

“Anak introvert karena pemikir dan hati-hati, maka jangankan setan, jangankan hantu. Anak introvert ketemu orang aja takut.” Kata dr Aisah Dahlan memberikan perbandingan.

“Sekali lagi, jadikan momentum anak takut ini adalah kita ajarkan dia bagaimana kita ta’awudz, bagaimana berserah diri kepada Allah ta’ala,” ujarnya memungkas solusi mengenai masalah tersebut. ***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]