Siapa Sangka Ada Pedesaan di Tengah Hutan Magelang yang Hanya Dihuni Oleh 6 Kepala Keluarga

inNalar.com – Pemukiman pedalaman identik dengan jauh dan tidak bisa dijangkau oleh luar.

Belum lagi akses yang sulit untuk mencapai lokasi juga menjadi salah satu faktor tidak dapat dilalui.

Seperti salah satu desa yang posisinya berada di tengah hutan pegunungan menoreh.

Baca Juga: Asal-usul Ritual Ruwatan, Tradisi Buang Sial Masyarakat Jawa

Berada di Salaman, Kabupaten Magelang Jawa Tengah.

Desa ini bernama Njaro yang jarang diketahui karena cukup terpencil dan hanya dihuni oleh 6 kepala keluarga.

Terdapat 3 rumah di atas dan ada juga yang berada ditengah tidak terlalu kebawah maupun atas.

Baca Juga: Dihuni 70 Orang, Desa Paling Ekstrim di China Ini Berada di Tebing Curam Setinggi 800 M

Akses jalan menuju kampung cukup sulit, harus melewati jalanan yang curam dan menanjak.

Jalanannya tidak bisa dilalui menggunakan kendaraan angkutan seperti pickup dan truk.

Oleh karena itu masyarakat hanya bisa menggunakan kendaraan sepeda motor.

Baca Juga: Leher Panjang Menjadi Simbol Kecantikan Suku di Thailand Ini, Simak Tradisinya

Selain sepeda motor, mobil offroad 4×4 juga mampu untuk bisa mencapai Desa Njaro tersebut.

Jika ada yang sedang membangun rumah itu juga harus menggunakan sepeda motor untuk mengangkut materialnya.

Dikutip dari Channel Youtube Desaku Istimewa, jika terdapat acara seperti pernikahan biasanya tidak menyewa tenda.

Tetapi membuatnya sendiri dari bahan yang sudah disiapkan dan dikerjakan oleh 3 orang laki-laki yang tinggal di kampung tersebut.

Dari salah satu warga yang tinggal di desa tersebut mengatakan jika untuk membangun sebuah rumah.

Harus bolak balik membawa bahan seperti batu bata, pasir dan yang lainnya menggunakan motor.

Atau juga bisa menggunakan jasa dan mengeluarkan biaya sebesar enam juta rupiah.

Sebelum itu rumahnya terbuat dari kayu atau bambu yang mudah didapatkan di sekitaran desa.

Untuk listrik disambungkan dari bawah desa yang juga ada sebuah perkampungan.

Belum ada niat untuk pindah ke lokasi yang ada di bawah hutan ini, karena masih merasa nyaman.

Dan juga aliran air yang mudah didapatkan jika berada di atas, justru jika di bawah kesulitan untuk memperoleh air.

Menurut mereka yang paling utama adalah untuk mendapatkan air yang lancar.

Terdapat potensi yang dimiliki di Desa Njaro ini, yaitu terdapat kebun cengkeh tumbuh di sekitar tempat tinggal mereka.

Dengan memanfaatkan cengkeh bisa memiliki harga yang cukup mahal jika saat pasarnya sedang naik.

Meskipun berada di tengah hutan bukan berarti mereka merasa kesulitan atau tidak nyaman.

Justru sebaliknya dan merasa nyaman dan tidak ada masalah apa pun, karena terdapat banyak cara untuk bertahan hidup.

Pastinya juga kompak untuk saling bantu tolong menolong.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]