Cocos Island: Surga Tersembunyi di Australia dengan Penduduk Keturunan Indonesia!

inNalar.com – Pulau Cocos, yang dikenal juga sebagai Cocos Keeling Island, merupakan sebuah pulau milik Australia di Samudra Hindia.

Cocos Keeling Island berstatus sebagai wilayah eksternal Australia meskipun secara geografis lebih dekat dengan Indonesia, khususnya di bagian selatan Pulau Jawa.

Cocos Island terdiri dari 27 pulau kecil, namun hanya dua di antaranya yang berpenghuni, yaitu Home Island dan West Island.

Baca Juga: Sekilas Dikira Bali, Ternyata Desa dengan Mayoritas Pemeluk Hindu Ini Adanya di Banyumas

Home Island dihuni oleh komunitas Melayu campuran Jawa, sehingga bahasa utama yang digunakan di sini adalah bahasa Melayu.

Sedangkan, West Island lebih banyak dihuni oleh orang Bara yang menggunakan bahasa Inggris.

Keberadaan orang keturunan Indonesia di pulau ini tak lepas dari sejarah panjang yang dimulai pada awal abad ke-19.

Baca Juga: Warmindo Apung di Laut! Kulineran di Warung Tradisional Ini Cuma Ada di Pesawaran, Lampung

Kepulauan ini ditemukan pada tahun 1609 oleh seorang kapten lau Inggris bernama William Keeling, saat ia sedang berlayar di Samudra Hindia.

Nama “Cocos” berasal dari banyaknya pohon kelapa yang ditumbuh di sana.

Sementara “Keeling” berasal dari nama penemunya.

Baca Juga: 5 Orang Terkaya di Dunia Tahun 2024, Kekayaan Ada yang Mencapai 263, 4 Miliar Dolar

Pulau ini kemudian berkembang menjadi pusat perkebunan kelapa yang besar.

Namun, suatu hari pulau ini membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak.

Maka dari itu, didatangkanlah pekerja dari Pulau Jawa, yang pada akhirnya menetap di Cocos Island.

Baca Juga: Gereja Tapi Bentuk Ayam? Mengintip Objek Wisata Unik di Jawa Tengah yang Pernah Jadi Lokasi Syuting Film AADC 2

Di sana mereka membentuk sebuah komunitas bernama “Melayu Cocos”, yang telah dikenal sampai saat ini.

Pada saat ini, Cocos Island dihuni sekitar 593 orang.

Penduduk Melayu yang ada di Home Island, khususnya di Desa Batam (Batang Village), sebagian besar beragama Islam.

Baca Juga: 6 Kucing Endemik Indonesia Ini Dalam Ancaman Kepunahan

Sementara penduduk West Island mayoritas beragama Kristen.

Di sini warisan budaya Indonesia masih terasa sangat kental.

Terdapat kesenian seperti wayang kulit dan batik yang dilestarikan di sini.

Lagu-lagu dan acara televisi Indonesia sering menjadi tontonan sehari-hari mereka.

Perekonomian di pulau ini sebagian berada disektor perkebunan kelapa.

Hasil utama mereka adalah minyak kelapa dan kopra, yang dieskpor ke luar pulau.

Meskipun pulau ini terpencil, mereka mempunyai fasilitas yang cukup lengkap, seperti bandara, sekolah, pasar, rumah sakit, dan akses internet.

Alat transportasi utamanya adalah kendaraan roda empat yang lebih ringan dibandingkan dengan mobil pada umumnya.

Cocos Island memiliki daya tarik yang kuat, terutama pada keindahan alamnya.

Hamparan pasir putih di tepi laut biru dan barisan pepohonan kelapa yang menjulang tinggi menjadikannya lokasi yang eksotis di tengah lautan.

Tak heran jika banyak turis yang datang untuk menikmati keindahan alam di Cocos Island ini.***(Dea Fransisca)

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]