

inNalar.com – Sebuah daerah seluas 1.485,36 kilometer persegi, yakni Gunungkidul merupakan salah satu Kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal dengan keindahan alamnya.
Sehingga tidak heran banyak wisatawan yang berkunjung dan memutuskan tingga di daerah istimewa ini.
Sebagian besar masyarakat Indonesia belum mengetahui bahwa Gunungkidul menyimpan sejarah geologis yang sangat menarik.
Baca Juga: Sering Disebut Mustahil, Fenomena Mata Air Garam di Tanah Papua Ini Ternyata Bukan dari Laut
Kabupaten Gunungkidul dulunya adalah bagian dari samudera India atau Laut Selatan telah mengalami transformasi yang luar biasa.
Wilayah yang kini didominasi oleh perbukitan karst ini ternyata dulunya adalah dasar laut.
Terjadi perubahan drastis dari dasar laut yang kemudian menjadi dataran tinggi ini.
Baca Juga: Cara Wanita Suku Mentawai Mempercantik Diri Unik Tapi Bikin Ngilu
Proses ini merupakan proses geologi yang telah berlangsung selama jutaan tahun lalu dimulai sekitar 2,5 juta tahun yang lalu hingga sekitar 0,7 juta tahun yang lalu.
Pada zaman dulu, wilayah Gunungkidul adalah cekungan laut yang terus menerus nerima endapan sendimen dari berbagai sumber.
Endapan itu terdiri dari sisa-sisa organisme laut, seperti plankton, kerang, dan koral yang kemudian mengendap di dasar laut.
Baca Juga: Surga Dunia Tersembunyi di Sulawesi Tengah, Kepulauan Togean Jadi Incaran Wisatawan Mancanegara
Kemudian terjadi pergerakan lempeng tektonik bumi yang mengakibatkan terjadinya tumbukan dan lipatan pada lapisan bumi.
Proses ini mengangkat dasar laut yang kaya akan sendimen ke permukaan, lalu membentuk rangkaian perbukitan dan pegunungan.
Setelah terangkat ke permukaan, batuan sedimen yang kaya akan kalsium karbonat mengalami proses pelapukan dan erosi oleh angin dan air hujan.
Baca Juga: Surga Dunia Tersembunyi di Sulawesi Tengah, Kepulauan Togean Jadi Incaran Wisatawan Mancanegara
Pada proses ini membentuk formasi karst yang khas dengan sungai bawah tanah, dolina, dan goa-goa.
Lebih lanjut, wilayah Gunungkidul pada bagian selatan terbentuk oleh proses geologis yang menciptakan bentang alam karst.
Batuan kapur yang membentuk karst ini sangat mudah larut dan poros, sehingga air hujan tidak dapat bertahan di dalam tanah.
Baca Juga: Warga Kampung Kecil di Sukabumi Ini Ramai-Ramai Pensiun Jadi Petani Demi Live TikTok
Hal tersebut membuat masyarakat setempat mengalami kesulitan pasokan air terutama saat musin kemarau.
Selain sulitnya pemasokan air, kondisi tanah yang keras dan kurang subur di daerah karst Gunungkidul menjadi tantangan bagi para petani di wilayah ini.
Tanah tersebut berasal dari pelapukan batuan kapur cenderung kurang mengandung unsur hara yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman.
Hal ini menjadikan daerah ini sulit ditanami oleh berbagai tanaman bahkan bagi tanaman keras sekalipun, seperti pohon jati.
Terlepas dari hal itu, wilayah karst Gunungkidul mempunyai pesona dan kekayaan alam yang sangat banyak.
Dimulai dari gua-gua dengan sungai bawah tanah hingga stalakmit yang indah. *** (Ummi Hasanah)