

inNalar.com – Dalam kajian Gus Baha terbaru 2022 beri penjelasan mengenai jatah rezeki hingga kematian setiap orang yang berbeda, termasuk pada orang kaya maupun orang miskin sekalipun.
Pada kesempatan kajian Gus Baha terbaru 2022 juga disinggung kenapa banyak orang kaya bisa meninggal lebih cepat sementara orang miskin meninggal lebih lama.
Hal itu berkaitan dengan jatah rezeki dan kematian yang berbeda untuk setiap orang, kata K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim dalam kajian Gus Baha terbaru 2022.
Dalam ceramah Gus Baha terbaru 2022 juga disebutkan bahwa kematian dan rezeki memang saling berhubungan, karena seseorang akan mengalami kematian setelah jatah rezekinya habis.
Sebagaimana dikutip inNalar.com dari Portal Jember “Orang Kaya Cepat Mati Orang Miskin Tidak, Kok Bisa? Gus Baha Jelaskan tentang Jatah Rezeki dan Kematian”
Apabila seseorang masih hidup, Gus Baha mengatakan bahwa jatah rezeki orang tersebut berarti masih ada.
Lebih lanjut, Gus Baha membeberkan terkait perbedaan antara nasib orang kaya dan orang miskin.
Gus Baha menuturkan alasan penyebab mengapa orang kaya lebih cepat meninggal dunia daripada orang miskin.
“Yang jelas kamu tidak akan mati kalau rezekimu belum habis. Makanya banyak orang miskin yang lama matinya, karena mengambil rezekinya sedikit-sedikit,” kata Gus Baha.
“Tapi kalau kaya akan cepat mati karena langsung diambil banyak,” ujarnya seperti dikutip PortalJember.com dari video yang diunggah di channel YouTube SANTRI OFFICIAL pada 2 Februari 2022.
Kemudian Gus Baha memberikan contoh lain apabila orang kaya justru hidup lebih lama daripada orang miskin.
“Jika ada orang kaya tidak cepat mati, itu saking banyaknya harta dia. Sudah diambil banyak-banyak masih saja tersisa,” ungkap Gus Baha.
“Orang miskin kok mati, itu karena jatahnya yang sedikit sudah habis diambil,” sambungnya.
Gus Baha pun memberikan imbauan yang cukup menarik agar mendapatkan umur panjang.
Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Ungkap Bacaan Doa Ziarah Kubur yang Banyak Dilakukan Orang Sebelum Ramadhan 2022
“Makanya kalau kamu ingin hidup lama, sehari maka satu suapan, hidupmu pasti akan lama,” jelas Gus Baha.
“Sebab misalkan jatahmu 2 kuintal, kamu ambil satu suapan itu awet. Kalau sudah jatahnya 2 kuintal tapi nambah-nambah, itu akan cepat habis,” tuturnya.
Gus Baha kembali menegaskan orang meninggal berarti sudah tidak memiliki jatah rezeki dari Allah SWT.
“Sebab orang akan mati setelah jatah rezekinya sudah habis,” pungkasnya.***
(Nila Zulva Rosyida/Portal Jember).
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi