

inNalar.com – Stasiun Tanah Abang, salah satu terminal kereta api terpadat di Jakarta, sedang dalam proses revitalisasi besar-besaran.
Dengan anggaran mencapai Rp380,93 miliar, proyek ini bertujuan untuk mengatasi masalah banjir yang sering melanda.
Tak hanya itu diharapkan melalui proyek ini bisa meningkatkan kapasitas penumpang Stasiun Tanah Abang hingga mencapai tiga kali lipat.
Fasilitas ini terletak di Kampung Bali, Jakarta Pusat, dan merupakan salah satu kawasan yang sering mengalami banjir ketika dilanda hujan.
Data menunjukkan bahwa banjir di sekitar stasiun ini telah mengganggu operasional kereta api hingga menyebabkan keterlambatan perjalanan.
Sehingga proyek revitalisasi salah satu stasiun di Jakarta ini menjadi langkah yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas sistem transportasi publik.
Anggaran dari proyek besar ini berasal dari pemerintah pusat dan kerja sama dengan PT. Kereta Api Indonesia, untuk memastikan bahwa proyek ini dapat berjalan sesuai rencana.
Diproyeksikan bahwa desain baru dari proyek ini ini akan mencakup beberapa fasilitas umum pada stasiun yang baru.
Fasilitas tersebut mencakup ruang tunggu yang lebih luas, toilet bersih, area komersial, dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas Tak hanya itu akan terdapat juga penambahan jalur kereta yang pada awalnya 4 menjadi 6 jalur.
Lalu ada penambahan 2 peron, yang pada awalnya 2 peron kini akan ditambah menjadi 4 peron. Dan adanya penataan pada bagian fasilitas integrasi antarmoda transportasi.
Penambahan dan penataan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas penumpang hingga mencapai 3 kali lipat lebih banyak dari 100 ribu menjadi 300 ribu penumpang per hari.
Hal tersebut juga diharapkan bisa mempercepat waktu tunggu relasi antar stasiun. Terkhususnya pada Stasiun Tanah Abang – Serpong yang awalnya 7 menit menjadi 3 menit.
Baca Juga: Sejak Bergabung Sebagai AgenBRILink BRI, Bisnis Salon Kecantikan di Kediri Ini Makin Untung
Pada proyek perbaikan ini tentunya juga akan membuat sistem drainase yang lebih baik agar terhindar dari potensi banjir.
Sehingga pada masa-masa yang akan datang proses operasional sala satu stasiun di jakarta ini tidak lagi terganggu oleh faktor cuaca.
Melalui proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jakarta dengan menyediakan transportasi publik yang lebih efisien dan nyaman.
Baca Juga: Disinari Matahari Selama 24 Jam, 5 Negara Ini Tak Merasakan Malam Hari Sama Sekali
Karena keberadaan fasilitas transportasi yang baik dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan aktivitas perdagangan di sekitar area tersebut.
Meskipun proyek ini menjanjikan banyak keuntungan, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi, karena terdapat potensi hambatan dalam pelaksanaan proyek.
Hal- hal seperti keterlambatan pengadaan material dan cuaca buruk bisa sangat mempengaruhi jadwal penyelesaian dari proyek ini.
Terutama jika mengingat lokasi pelaksaan yang memiliki banjir sebagai permasalahan utamanya.***