

inNalar.com – Dalam ceramah Gus Baha terbaru 2022 disebutkan bahwa ada satu perbuatan yang jika masih terus dilakukan bisa menutup rahmat Allah.
Perbuatan ini, dijelaskan oleh Gus Baha terbaru 2022 bahkan bisa memicu dibatalkannya rahmat dari Allah yang seharusnya diterima oleh seseorang.
Mengingat setiap manusia pasti membutuhkan rahmat dari Allah untuk menjalani kehidupan, dalam kajiannya Gus Baha terbaru 2022 menghimbau untuk umat Islam jangan melakukan hal tersebut.
Lantas sebenarnya apa satu perbuatan yang dimaksud? Berikut penjelasan Gus Baha terbaru 2022 selengkapnya.
Baca Juga: Daftar Tanggal Haram Puasa di Hari Tasyrik Lengkap dengan Amalan Utama yang Dianjurkan
Sebagaimana dikutip inNalar.com dari Portal Jember “CELAKA! Rahmat Allah Bisa Tertutup karena Satu Perbuatan Ini Ungkap Gus Baha”.
Setiap manusia pasti sangat mengharapkan rahmat dari Allah SWT.
Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hambaNya dan mengetahui segala kelemahan manusia.
Karena itu Dia menghulurkan pertolongan dan meluaskan rahmatNya kepada mereka yang beriman kepadaNya.
Namun, ternyata ada sebuah perbuatan yang bisa menutup rahmat Allah SWT jika tidak ditinggalkan.
Baca Juga: Kelulusan Pengumuman UTBK SBMPTN 2022 Tinggal Hitungan Jam! Cek Hasilnya di Link Ini
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha di dalam sebuah ceramahnya menjelaskan, tentang bagaimana Abu Hasan Asy Syadzili bercerita soal perbuatan yang bisa menutup rahmat Allah SWT.
“Abu Hasan Asy Syadzili menceritakan bahwa bagaimana pinternya setan, yang membuat orang sholeh itu dipermalukan untuk ingat dosa saja,” ujar Gus Baha.
Dengan kondisi tersebut Gus Baha menjelaskan, manusia akan menjadi merasa bersalah dan terus mengingat dosa-dosa yang sudah dilakukannya sebelumnya.
“Kalau ingat dosanya saja berarti akan membuat orang menjadi malas untuk bekerja, malas untuk berjuang dan malas berdakwah,” terangnya.
Baca Juga: [Fiksi Mini] Di Gerbong Panjang
“Maka dirinya akan menganggap orang yang paling bersalah atau merasa tidak bersih dalam setiap perbuatannya,” imbuhnya.
Akhirnya menurut Gus Baha, jika terjadi maka ribuan orang Islam tidak akan mengambil peran apapun karena mengingat dosa terus menerus.
“Disini kalau ingat dosa terus maka menjadi mubaligh atau yang lainnya tidak berani melakukan hal baik, kemudian takut memberikan nasehat kebenaran tidak berani dan menganggap dirinya tidak benar,” imbuhnya.
Gus Baha menegaskan, jika hal ini terus dilakukan maka setiap manusia akan mengabaikan rahmat dan nikmat Allah SWT.
“Jangan suka berbicara dosa terus menerus, maka dengan itu kamu menghilangkan atau mengabaikan rahmat dan nikmat Allah SWT,” tutupnya.***
(David Tomi Anggara/Portal Jember).
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi