Kajian Gus Baha Terbaru Tentang Sholat Tapi Ragu dengan Arah Kiblat yang Benar, Apakah Perlu Diulang?

inNalar.com – Pada ceramah Gus Baha terbaru dibahas mengenai sholat yang dilakukan saat ragu dengan arah kiblat yang benar.

Sholat merupakan tiang agama, keutamaannya bahkan yang paling utama dibandingkan dengan ibadah lainnya. Ceramah Gus Baha terbaru membahas apa yang harus dilakukan saat sholat tapi ragu arah kiblat.

K.H. ahmad Bahauddin Nursalim dalam kajian Gus Baha terbaru menjelaskan bahwa ragu dengan arah kiblat yang benar saat sholat bisa terjadi karena berbagai faktor.

Lantas dalam kondisi ragu dengan arah kiblat, apakah sholat harus diulang? Dalam kajian Gus Baha terbaru dibeberkan penjelasan mengenai hal ini.

Baca Juga: Viral Pernikahan Tanpa Mempelai Pria, Warganet: Jangan-Jangan Pengantin Pria Kena Musibah?

Sebagaimana dikutip inNalar.com dari Portal Jember “Jika Ragu Arah Kiblat, Apa Sholatnya Harus Diulang? Begini Penjelasan Gus Baha”.

Kejadian salah kiblat sering kali terjadi pada beberapa orang yang sedang shalat di tempat yang baru saat melakukan perjalanan.

Itulah yang membuat seseorang menjadi ragu saat di tempat baru apakah arah kiblat yang dipilih sudah benar atau tidak, apalagi jika jauh dari masjid.

Padahal syarat wajib shalat salah satunya adalah menghadap kiblat.

Lalu apakah sah jika seseorang sholat menghadap kiblat yang salah?

Baca Juga: Berapa Kali Takbir Sholat Idul Adha? Jangan Sampai Salah, Simak Tata Cara Pelaksanaannya di Sini

Gus Baha dalam sebuah ceramah menerangkan, bagaimana jika dalam kondisi tersebut.

Gus Baha menerangkan untuk tetap mengerjakan sholat tersebut.

“Walaupun saat sholat tersebut kita menghadap ke arah timur bukan ke kiblat,” ujarnya.

Kalau saat sholat keyakinan terhadap arah kiblat tersebut berubah kearah selatan, maka pindah ke arah yang diyakini selanjutnya.

“Ketika menghadap timur, kemudian di tengah-tengah sholat merasa ragu. Ingin menghadap selatan ya tinggal menghadap selatan,” terang murid KH Maimun Zubair tersebut.

Bahkan hingga setiap sholat berubah arah itu menurut Gus Baha, saat di hutan dan sholat 4 rakaat dan menghadap 4 arah tersebut tetap sah.

Baca Juga: Kilas Ramadhan 2022, Berikut Ini Kisah Perpindahan Arah Kiblat pada 15 Sya’ban Tahun 12 Hijriyah

“Karena menurut ilmu usul fikih mudah saja dan sederhana. Karena Allah SWT menyuruh untuk mencari kiblat (arah kiblat),” imbuh Gus Baha.

“Allah menyuruh menghadap kiblat itu artinya disuruh mencari atau harus tepat ke arah kiblat? Disuruh mencari, sebab orang tidak mungkin sempurna,” lanjutnya

“Andai kamu menghadap ke timur, sudah tidak mantap lagi mulai ragu ingin menghadap selatan. Ya sudah cari arah selatan,” tutup Gus Baha.***

(David Tomi Anggara/Portal Jember).

Rekomendasi