Gus Baha Terbaru 2022: Ditanya Hukum Perempuan yang Rajin Sholat, tapi Belum Berjilbab, Ini Jawaban Gus Baha

inNalar.com – Berikut penjelasan Gus Baha saat ditanya tentang hukum perempuan yang rajin sholat, tapi belum berjilbab.

Gus Baha menjelaskan kasus tersebut menggunakan contoh yang diambil dari zaman Rasululullah SAW.

Gus Baha juga menyampaikan agar dalam hal mengajak ke arah kebaikan pun harus menggunakan pendekatan yang persuasif.

Jangan sampai, orang yang ingin diajak ke arah kebaikan justru akan langsung menolak atau merasa tidak nyaman.

Baca Juga: 6 Sikap yang Membuat Pasangan Nyaman, Perhatikan Ini Bro! Cewek Auto Nempel

Gus Baha menyampaikan pentingnya mengaji agar tahu sejatinya tentang seluk beluk agama Islam. Termasuk ibadah sholat.

Ibadah sholat adalah kewajiban setiap umat Islam. Sedangkan, menutup aurat juga merupakan perintah dari Allah SWT. Tidak terkecuali bagi perempuan.

Sebagaimana dikutip inNalar.com dari PortalJember.com, “Rajin Sholat tapi Belum Sanggup Berjilbab, Bagaimana Hukumnya? Gus Baha: yang Penting Kamu…”.

Hukum berjilbab bagi yang belum sanggup seperti ini menurut Gus Baha dapat dilihat pada satu kasus di zaman Rasulullah SAW.

“Ini saya contohkan yang paling mudah agar kamu tahu dan tidak mudah menyalahkan orang,” tutur Gus Baha.

Baca Juga: Contoh Naskah Khutbah Jumat untuk Refleksi Hati: Tema Tentang Manusia Terbaik dan Terburuk

Gus Baha mengisahkan pernah ada seseorang mendatangi Nabi Muhammad SAW.

‘Ya Rasulullah, saya ini mau masuk Islam. Tapi, penyakit dasar saya itu sering berbohong,” kata orang tersebut pada Nabi.

Dia lantas bertanya, “Apakah boleh saya sholat, zakat, tapi tetap boleh berbohong?”

Apakah Rasulullah lantas mengatakan pada orang tersebut bahwa berbohong itu haram? Ternyata tidak.

“Jawabnya Nabi, ‘Tidak apa-apa, yang penting kamu tetap sholat,'” kata Gus Baha.

Setelah orang itu pergi, Ibnu Abbas protes, “Ya Rasulullah, apakah engkau menghalalkan berbohong?”

Baca Juga: Bohong! Ray Prama Petugas PPSU yang Mengaku THR-nya Rp4,4 Juta Diambil Begal, Ternyata Kalah Judi Online

“Tidak, berbohong itu tidak halal,” sabda Rasulullah.

“Tapi, kenapa engkau memperbolehkan dia tetap berbohong?” tanya Ibnu Abbas lagi.

Gus Baha menuturkan bahwa orang tersebut merupakan makelar, sehingga rezekinya dari berbohong.

Maka, Nabi menjawab, “Kalau nanti sering sholat, maka dia akan jijik sendiri dengan kebohongan.”

Berarti, kata Gus Baha, ketika Nabi memperbolehkan berbohong itu bukanlah hukum yang sebenarnya, melainkan hukum tahapan.

“Ini yang paling sulit dalam bab fikih dakwah, makanya disebut fikih dakwah. Ada hukum yang tidak sebenarnya, tetapi hanya tahapan,” terangnya.

Baca Juga: Miris, Seorang Paman di Cengkareng Jakarta Barat Tega Cabuli Keponakannya Sendiri, Digilir Bersama 2 Rekannya

Hal ini menurut Gus Baha berlaku pula bagi orang yang belum mampu berjilbab.

“Misalnya saya bertemu dengan orang Jakarta yang mondok di saya, misalnya perempuan. Dia biasa bercelana pendek,” katanya mencontohkan.

Menurut Gus Baha, orang seperti ini jika langsung disuruh berjilbab pasti akan sulit.

“Kira-kira, saya akan suruh dia, ‘Ya sudah pakai celana panjang, lumayan daripada pakai celana pendek,'” tuturnya.

Namun, kata Gus Baha, tentu maksudnya adalah bahwa jilbab juga akan segera menyusul.

“Jadi, bukannya sekedar bercelana panjang itu hukum sebenarnya, melainkan ini baru hukum tahapan,” terangnya.

Baca Juga: Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 31 Sudah Dibuka! Simak Syarat dan Langkah Lengkap Pendaftarannya di Sini

Ulama asal Rembang tersebut mengatakan bahwa inilah pentingnya mengaji. Sehingga seseorang tahu sejatinya hukum, fikih atau tahapan.

“Kalau ditanya apakah boleh berpakaian terbuka? Ya tidak boleh! Tapi, apakah kamu bisa mengatur orang se-Indonesia?'” kata Gus Baha.

Menurut ulama bernama lengkap K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim tersebut, penting bagi seseorang untuk melatih diri dengan fikih dakwah.

“Sebaiknya yang masih berpakaian terbuka diajarkan untuk tidak terbuka. Ya sudah, begitu saja. Kita ini bisa apa?” imbuhnya.

“Firman Allah, Nabi sendiri tidak bisa menguasai orang. Karenanya, diusahakan sesuatu dilakukan dengan kesadaran,” ujar Gus Baha menutup penjelasannya.*** (Kurnia Ayu/PortalJember.com)

Rekomendasi