Megaproyek Flyover Rp2,824 Triliun Makin Gas Pol! Sumatera Barat Jadi ‘Anak Emas’ RI dalam 100 Hari Kerja Prabowo


inNalar.com – Indonesia pada masa awal jabatan Prabowo Subianto sebagai presiden kini tengah mengerjakan beberapa proyek ambisius guna meningkatkan infrastruktur transportasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Salah satu langkah tersebut adalah megaproyek flyover Sitinjau Lauik di Sumatera Barat, yang menelan investasi sebesar Rp2,824 triliun.

Proyek flyover megah ini bertujuan untuk mengatasi kondisi jalan yang ekstrem dan meningkatkan kualitas transportasi di wilayah tersebut.

Baca Juga: Dibiayai Jepang, Proyek Pelabuhan Lepas Pantai Rp467 Miliar di Pekalongan Diklaim Bebas Kendala: Progresnya?

Meskipun dikenal dengan tanjakan curam dan berbahaya jalur Sitinjau Lauik merupakan bagian dari rute penting di Sumatera Barat.

Jalan ini sering kali menjadi tantangan serius bagi kendaraan berat, terutama saat melewati area dengan kemiringan ekstrem.

Pengemudi kendaraan berat harus mengambil sisi terluar jalan yang lebih landai untuk mendapatkan momentum agar bisa menanjak.

Baca Juga: Sudah Diinvest Jerman 150 Juta Euro, Pembangunan PLTP di Poco Leok Dapat Penolakan Warga, Ini Alasannya

Tentunya kondisi ini tidak hanya memperlambat arus lalu lintas tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Maka dari itu pembangunan flyover di jalur ini menjadi salah satu prioritas pemerintah, karena dampaknya yang luas terhadap distribusi barang dan aksesibilitas masyarakat.

Dengan adanya flyover, diharapkan arus lalu lintas akan lebih lancar, sehingga mendukung aktivitas ekonomi lokal dan meningkatkan konektivitas antara daerah.

Baca Juga: Selamat Ya, Pemerintah Bakal Naikkan UMP Bengkulu 2025 Jadi Rp2,7 Juta Pada Tanggal 21 November

Flyover di Sumatera Barat direncanakan memiliki panjang sekitar 2,78 kilometer dengan konstruksi modern yang dirancang untuk tahan lama.

Megaproyek ini akan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan masa konsesi selama 12,5 tahun.

Andre Rosiade selaku DPR RI Sumatera Barat mengumumkan bahwa secara resmi per tanggal 21 Oktober tender pemegang proyek ini adalah PT. Hutama Karya.

Baca Juga: Saingi Terusan Suez Mesir, Proyek Kanal 28 KM di Selat Makassar Bakal Bikin Industri Migas RI Makin ‘Menggila’

Dengan adanya proyek flyover termahal di Sumatera Barat ini, diharapkan efisiensi transportasi akan meningkat secara signifikan.

Sehingga pengguna jalan dapat menghemat waktu dan biaya operasional, yang pada gilirannya akan berdampak positif terhadap perekonomian daerah.

“Hadirnya proyek ini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Sumbar, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan peluang kerja.” ujar Andre Rosiade pada unggah akun Instagram pribadinya.

Baca Juga: Telan Anggaran Rp2.000 Triliun, Ini Megaproyek Baru Indonesia yang Nilainya Lima Kali dari IKN

Proyek flyover ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sumatera Barat dengan mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan akses ke layanan publik.

Kami berharap proyek ini dapat segera terealisasi demi kepentingan masyarakat, memberikan rasa aman saat berkendara di jalur tersebut.” Ucap Andre Rosiade selaku Anggota DPR RI Sumatra Barat.

Proyek flyover Sitinjau Lauik ini juga merupakan bagian dari program 100 hari kerja Prabowo Subianto selaku presiden Indonesia terpilih.

Komitmen pemerintah untuk menyelesaikan proyek ini menunjukkan keseriusan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Dengan target penyelesaian dalam waktu singkat, proyek ini diharapkan dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat.***

 

Rekomendasi