

inNalar.com – Selama ini China dikenal sebagai negara dengan banyak mega proyek seperti pembangunan skyscraper, jembatan, hingga jalan raya.
Namun, ternyata tidak hanya itu saja China juga memiliki beberapa mega proyek lain seperti pembangunan teleskop raksasa, stadion sepak bola, dan pulau buatan.
Sebuah klub liga super China yaitu Guangzu Evergrade berencana untuk membuat proyek ambisiusnya untuk membangun stadion termahal di dunia, bahkan digadang bakal menjadi yang terbesar se-jagad raya bumi manusia.
Rencana pembangunan stadion sepak bola terbesar ini dikerjakan oleh Evergarde Real Estate Group yakni sebuah perusahaan pengembang properti yang terbesar kedua di China.
Pembangunan proyek ini rencananya akan memiliki kapasitas 100.000 kursi penonton.
Stadion yang diberi nama Guangzhou Evergrade Football Stadium ini mulai dikerjakan tahun 2020 dan akan dijawdwalkan selesai pada 2022.
Baca Juga: Daftar 5 Gedung Pencakar Langit Tertinggi di ASEAN Bakal ‘Digoyang’ Calon Menara Termegah RI di IKN
Pembangunan Stadion Evergrande diperkirakan menghabiskan biaya sebesar 1,7 miliar USD atau setara dengan Rp24,6 Triliun rupiah.
Stadion sepak bola itu dibangun di Kota Guangzhou, China. Rencananya setelah selesai nanti bentuknya akan seperti bunga lotus.
Namun, saat dalam proses pembangunanya, Evergrande Group mengalami krisis keuangan, sehingga menyebabkan pembangunan dihentikan sementara waktu karena kekurangan dana.
Baca Juga: Terpendam Selama 213 Juta Tahun, Harta Karun Raksasa Ditemukan di Kepulauan Bangka Belitung
Pada Desember 2021, krisis keuangan yang melanda Evergrande semakin memburuk karena tidak bisa membayar utang pada waktunya.
Utang dari Evergrande Group ini merupakan pinjaman yang terbesar di dunia mencapai 300 miliar US Dollar atau setara dengan Rp4.350 triliun rupiah.
Krisis Evergrande mencoba diatasi dengan membatalkan kontrak pembangunan stadion sepak bola di Guanngzhou untuk mendapatkan pengembalian dana 5,52 miliar yuan (Rp12,2 triliun).
Pengembalian dana akan masuk ke rekening eskro royek yang ditunjuk pemerintah dan akan digunakan untuk melunasi utang yang berkaitan dengan kesepakatan.
Meski demikian, perusahaan ini sebelumnya pernah menjadi pengembang terlaris di Tiongkok, lalu akibat kondisi tersebut perusahaan menjadi perhatian publik pada tahun 2021.
Lebih lanjut, Evergrande melibatkan penasihat keuangan untuk mengkaji opsi-opsi, memperingatkan risiko cross-default di tengah anjloknya penjualan properti.
Baca Juga: Babat Lahan Cilegon hingga 270 Ha! Triliunan Rupiah Dikuras Habis Demi Proyek Kota Masa Depan Banten
Pada November 2021, Hui Ka Yan yang merupakan pendiri perusahaan menjual 1,2 miliar saham senilai HK$2,68 miliar ($342,7 juta), menurunkan kepemilikannya di Evergrande menjadi 67,9% dari 77%.
Sementara pada Maret 2022, perusahaan menangguhkan perdagangan sahamnya, dengan alasan ketidakmampuannya mempublikasikan hasil audit sebelum 31 Maret.
Kemudian, penyelidikan terhadap cabang manajemen properti yang menyebabkan simpanan sebesar 13,4 miliar yuan disita oleh bank.
Disaat perusahaan tersebut sedang berjuang melunasi utangnya, pemerintah China akhirnya mengambil alih proyek pembangunan stadion milik Evergrande Goup dan nantinya akan dilelang oleh pemerintah China.
Jika tidak ada yang membeli stadion termahal ini, maka pemerintah China akan mengakuisisinya melalui perusahaan negara yaitu grup investasi kontruksi Kota Guangzhu. *** (Ummi Hasanah)