KUNCI JAWABAN Tema 1 Kelas 5 SD Halaman 158 160 161 Buku Tematik Subtema 3 Pembelajaran 4: Kapal Phinisi


inNalar.com
– Inilah kunci jawaban tema 1 kelas 5 SD halaman 158 160 161 Buku Tematik Subtema 3 Pembelajaran 4 tentang Kapal Phinisi.

Kunci jawaban dalam artikel ini merupakan panduan atau referensi bagi orang tua atau wali dari siswa kelas 5 SD yang sedang mendampingi dan mengoreksi hasil pekerjaan tugas putra putrinya.

Kunci jawaban tema 1 kelas 5 SD ini juga bisa langsung digunakan oleh siswa saat kesulitan menemukan jawaban.

Baca Juga: KUNCI JAWABAN Tema 1 Kelas 5 SD Halaman 104 105 107 108 Buku Tematik Pembelajaran 5: Manusia dan Lingkungan

Namun sebaiknya, siswa kelas 5 SD yang akan mencari kunci jawaban di artikel ini berusaha terlebih dahulu untuk mengerjakan tugas secara mandiri atau bersama teman-teman.

Kemudian, baru mencocokan dengan kunci jawaban tema 1 kelas 5 SD halaman 158 160 161 Buku Tematik Subtema 3 Pembelajaran 4 tentang Kapal Phinisi di artikel ini.

Berikut adalah kunci jawaban tema 1 kelas 5 SD halaman 158 160 161 Buku Tematik Subtema 3 Pembelajaran 4 mengenai Kapal Phinisi.

Baca Juga: Topik Khutbah Jumat Terbaru Jelang Tahun Baru Islam 2022 atau 1 Muharram: Tema Memperbaiki Orientasi Hidup

Kunci jawaban halaman 158 160 161

Ayo Membaca

Kapal Phinisi, Kapal Penjelajah Dunia Kapal Phinisi adalah sebuah kapal layar kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan. Bahkan juga menjadi kapal kebanggaan bangsa Indonesia. Ketangguhan dan ketenaran kapal ini telah terdengar di seluruh penjuru dunia. Sudah sejak sekitar abad 14, kapal phinisi berlayar dan menjelajah samudera di seluruh dunia.

Konon, Phinisi ini diambil dari nama seseorang yang bernama Phinisi. Suatu ketika dia berlayar melewati pesisir pantai Bira. Dia melihat rentetan kapal di laut, kemudian dia menegur salah seorang nakhoda kapal tersebut bahwa layar yang digunakannya masih perlu diperbaiki. Sejak saat itu orang Bira berfikir dan mendesain layar sedemikian rupa dan akhirnya berbentuk layar Phinisi yang seperti sekarang ini. Atas teguran orang tersebut, maka orang-orang Bira memberi layar itu dengan nama Phinisi.

Baca Juga: Citayam Fashion Week Diduga Jadi Perkumpulan LGBT, Ini Bukti Video Pria Berdandan Wanita dan Melenggak-lenggok

Kapal Phinisi adalah kapal istimewa. Kapal ini dibuat oleh tangantangan ahli tanpa menggunakan peralatan canggih dan modern. Seluruh bagian kapalnya terbuat dari kayu dan dirangkai tanpa menggunakan paku. Meskipun demikian, kapal ini telah membuktikan ketangguhannya dalam mengarungi samudra dan menjelajah negara-negara dunia.

Banyak upacara atau ritual yang dilakukan dalam membuat kapal Phinisi. Mulai dari pencarian hari baik untuk memulai pembuatan, upacara atau ritual mengusir roh jahat saat akan menebang kayu yang akan digunakan untuk membuat Kapal Phinisi, upacara atau ritual peletakan lunas dan pemasangan pengapit lunas, kemudian memasuki proses penggabungan dan pendempulan badan kapal. Pada proses terakhir dilakukan peluncuran, namun sebelumnya juga diadakan upacara atau ritual selamatan. Semua upacara atau ritual itu dilakukan semata-mata untuk mengharapkan keselamatan dan kesejahteraan bagi pembuat, pemilik, dan penumpang kapal Phinisi.

Peluncuran kapal Phinisi dilakukan pada saat air laut pasang dan matahari sedang naik. Ketika kapal sudah mengapung di laut, barulah tiang dan layar dipasang. Kapal yang diluncurkan biasanya sudah siap dengan awaknya. Adapun kepala tukang bertindak sebagai pelaksana utama upacara dan duduk di sebelah kiri. Doa dan mantra pun diucapkannya.

Baca Juga: Cara Menanam Cabe dengan Metode Hidroponik yang Mudah dan Praktis, Bisa Dilakukan dalam Botol juga Lho!

Walaupun terbuat dari kayu, kapal ini mampu bertahan dari terjangan ombak besar di laut lepas. Kapal phinisi satu-satunya kapal kayu besar dari sejarah masa lampau yang masih diproduksi hingga sekarang.

Kapal Phinisi sendiri umumnya memiliki dua tiang layar utama dan tujuh buah layar. Dua tiang layar pada phinisi menyimbolkan dua kalimat syahadat, sedangkan ketujuh layarnya melambangkan jumlah ayat dalam surat AL-Fatihah. Ada beberapa jenis kapal Phinisi, tetapi yang pada umumnya Phinisi ada dua jenis.

  1. Lamba atau lambo. Merupakan Phinisi modern yang dilengkapi dengan motor diesel (PLM).
  2. Palari Merupakan bentuk awal Phinisi yang melengkung dan ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan Lamba.

Baca Juga: Baim Wong Beri Penjelasan Soal Daftarkan HAKI Citayam Fashion Week, Sampai Sebut Nama Bonge dan Kawan-kawan

Kapal Phinisi biasanya digunakan sebagai kapal pengangkut barang antarpulau, namun di era modern seperti sekarang ini, Phinisi sebagai kapal barang berubah fungsi menjadi kapal pesiar mewah. Phinisi dibuat dengan interior yang mewah dan dilengkapi peralatan menyelam, dan peralatan permainan wisata bahari.

Kapal Phinisi juga dijadikan lambang salah satu gerakan WWF, yakni SOSharks. Gerakan ini merupakan gerakan untuk penyelamatan dan pelestarian hiu. Membanggakan bukan?

Alternatif jawaban:

  1. Paragraf 1: Kapal Phinisi adalah sebuah kapal layar kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan, bahkan juga menjadi kapal kebanggaan bangsa Indonesia.
  2. Paragraf 2: Konon, Phinisi ini diambil dari nama seseorang yang bernama Phinisi.
  3. Paragraf 3 : Kapal phinisi adalah kapal istimewa.
  4. Paragraf 4: Banyak upacara atau ritual yang dilakukan dalam membuat kapal Phinisi.
  5. Paragraf 5: Peluncuran kapal Phinisi dilakukan pada saat air laut pasang dan matahari sedang naik.
  6. Paragraf 6: Walaupun terbuat dari kayu, kapal ini mampu bertahan dari terjangan ombak besar di laut lepas
  7. Paragraf 7: Kapal Phinisi sendiri umumnya memiliki dua tiang layar utama dan tujuh buah layar
  8. Paragraf 8: Ada beberapa jenis kapal Phinisi, namun yang pada umumnya Phinisi ada dua jenis.
  9. Paragraf 9: Kapal phinisi biasanya digunakan sebagai kapal pengangkut bayang antarpulau, namun di era modern seperti sekarang ini, Phinisi sebagai kapal barang berubah fungsi menjadi kapal pesiar mewah.
  10. Paragraf 10: Kapal Phinisi juga dijadikan lambang salah satu gerakan WWF, yakni SOSharks.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan Kasus Penembakan Istri TNI, Suami Sudah Tiga Kali Coba Bunuh Istri: Pakai Santet dan Racun

Jika nenek moyang kita saja mampu berjaya degan konsep negara maritimnya, maka sudah seharusnyalah kita sebagai generasi penerus juga bisa berjaya.

Banyak faktor yang bisa menjadikan bangsa kita jaya. Telah di bahas dalam pembelajaran sebelumnya berbagai potensi kemaritiman dan kepulauan Indonesia.

Potensi-potensi tersebut harus bisa dimanfaatkan secara maksimal dan bertanggung jawab untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.

Baca Juga: Baim Wong dan Paula Panen Kritikan Usai Daftarkan Citayam Fashion Week ke PDKI

Pada pembelajaran sebelumnya telah kamu ketahui pengaruh kondisi geografis bangsa Indonesia sebagai negara maritim atau kepulauan terhadap kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.

Sekarang akan kamu pelajari pengaruhnya terhadap kehidupan budaya dan transportasi masyarakat.

Disclaimer:

Perlu diingat bahwa kunci jawaban yang ada dalam artikel ini hanya dapat digunakan sebagai referensi.

inNalar.com tidak bertanggung jawab jika ada kesalahan jawaban. ***

 

Rekomendasi