Jalin Hubungan Gelap Hingga Punya Anak, Cinta Sepasang Kekasih di Semarang Ini Berakhir Tragis Termutilasi


inNalar.com
– Peristiwa pembunuhan kembali terulang. Kali ini pembunuhan terjadi di Semarang, seorang pria tega membunuh dan memutilasi seroang perempuan.

Awal mula terkuaknya pembunuhan dan mutilasi seorang perempuan, karena ditemukan potongan tubuh pagi 24 Juli 2022. Kemudian penemuan berlanjut ke empat lokasi yang berbeda.

Diketahui pelaku inisial IS (32 tahun) dan korban KN (24 tahun) adalah tetangga rumah yang berakhir pacaran hingga memiliki anak. Namun, berakhir dengan pembunuhan dan mutilasi oleh pelaku.

Baca Juga: Top Skor Sementara BRI Liga 1 2022-2023: Marcelo dari Madura United yang Mencetak 8 Gol

Kronologis kejadian berawal pada Sabtu 16 Juli 2022, korban dan pelaku terjadi cekcok.

Pertengkaran antara pelaku dan korban bersumber dari rasa sakit hati pelaku kepada korban.

Korban yang menyebut dan menyuruh pelaku untuk bekerja, membuat pelaku emosi.

“Hari Sabtu, 16 Juli 2022, terjadinya cekcok. Minggu malam pelaku membunuh korban hingga memutilasi dan membuangnya menggunakan kresek selama tiga hari di empat lokasi yang berbeda,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Drs. Ahmad Luthfi, melalui Press Release Polres Semarang.

Baca Juga: Euforia Citayam Fashion Week di Ruang Publik Berakhir, Kerumunan Dibubarkan

Selama melakukan pencarian pelaku, terungkap bahwa pelaku adalah residivis dengan laporan pencabulan atas korban.

Laporan tersebut diputuskan oleh polres Tegal dengan sepuluh tahun penjara, setelah enam tahun pelaku dibebaskan.

“Bisa diungkap bahwa pelaku pernah mencabuli korban yang disidik dengan hukuman 10 tahun. Kemudian mereka ketemu kembali, cekcok, sakit hati, hingga berakhir ke pembunuhan,” jelasnya pada Selasa, 26 Juli 2022.

Disaat pertemuan dengan korban, pelaku sempat tinggal bersama korban di kamar kos yang berada di Semarang.

Baca Juga: Kunci Jawaban Tema 1 Kelas 3 SD Halaman 22 23 24 27 28 29 30 31 Buku Tematik Subtema 1 Pembelajaran 3

Pada saat itu juga pelaku mengaku sudah memiliki surat nikah dan anak yang selalu dikunjungi oleh pelaku.

Awal pengungkapan pelaku adalah karena ditemukannya ATM atas nama korban, hingga berujung kepada kecurigaan polisi terhadap pelaku.

Di akhir Press Release Kapolda Jateng mengharapkan bahwa ini akan menjadi kasus sadis terakhir yang terungkap, khususnya di Semarang.***

Rekomendasi