

inNalar.com – Industri Film Polyester investasikan uang sebesar USD 156 Juta untuk mendukung teknologi 5G.
Saat ini, Indonesia masih menjadi negara tujuan untuk berinvestasi. Para pelaku industri global mulai dari dalam dan luar negeri.
Hal ini terkait dengan kebijakan pemerintah yang ingin menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Pada triwulan 1 tahun 2022, pertumbuhan ekonomi tumbuh sebesar 5,01%, dan dialami juga pada industri non migas yang tumbuh sebesar 5,47%.
Baca Juga: Polisi Tutup Sementara Zebra Cross yang Menjadi Penyebap Kemacetan Akibat Citayam Fashion Week
Jumlah ini terbilang cukup tinggi dengan nilai investasi periode Januari hingga Maret mencapai Rp282,4 Triliun.
Hal ini merupakan dampak positif bagi Indonesia setelah pasca Pandemi Covid-19 menyerang Indonesia beberapa waktu lalu.
Pabrik Polyester Film menunjukan kepada Indonesia, bahwa masih tingginya kepercayaan investor atas investasinya di Indonesia.
Investasi yang dikeluarkan berupa proyek perluasan pabrik, yang nantinya digunakan untuk film electronic device 5G atau 6G.
Baca Juga: Waspada! WhatsApp dan Gmail Bisa Diintip Oleh Kominfo Lewat Aturan PSE, Begini Penjelasannya
Selain itu proyek yang dilakukan juga untuk menjaga pasokan dalam negeri terkait permintaan Packaging film.
Polyester juga berpotensi untuk berkembang di dalam industri Indonesia khususnya PET Film.
Kominfo juga berharap kepada potensi Polyester mengenai investasi nya di indonesia agar terus maju dan berguna untuk Indonesia.
Terbilang 5G sangat diminati, untuk kemajuan indonesia di bidang teknologi sehingga dapat menerima koneksi yang bagus kedepannya.***