JNE Ungkap Temuan Beras Bansos Dikubur Karena Kondisi Rusak, Netizen: Tinggal Tunjukkan Berita Acara

inNalar.com – Beras bansos atau bantuan sosial untuk masyarakat terdampak pandemi covid 19 tahun 2020 lalu ditemukan dikubur, JNE sebagai distributor menjawab.

Menurutnya, beras bansos yang ditemukan dikubur di tanah lapang itu tidak ada pelanggaran, pihak JNE yaitu Eri Palgunadi mengatakan bahwa hal itu melalui proses standar operasional.

Dalam penangan barang yang rusak ada standar operasionalnya, begitulah yang terjadi dengan beras bansos dikubur, juga sudah sesuai perjanjian kerja sama disepakati pihak JNE dan terkait.

Baca Juga: Khutbah Jumat Singkat dengan Tema Mensyukuri Kemerdekaan, Cara yang Tepat untuk Ajang Refleksi Diri

JNE menyatakan selalu berkomitmen untuk menjalankan segala prosedur yang telah ditetapkan, termasuk dengan beras bansos itu harus dikubur karena rusak, pihaknya juga mengikuti prosedur hukum.

Sebagaimana dilansir inNalar.com dari akun Instagram @memomedsos pada Minggu, 31 Juli 2022 unggahan terkait temuan beras bansos tersebut mendapat banyak tanggapan netizen.

Ada yang bertanya bahwa sebenarnya niatnya mau memberi makan cacing ataukah manusia?. Bila memang ada perjanjian kerjasa kedua belah pihak terkait, ini perlu ditunjukkan.

Baca Juga: Arsy Hermansyah Raih Juara Umum Dalam Ajang Nyanyi Internasional di Amerika, Dapat 6 Mendali Emas dan 2 Perak

Begitu juga apabila JNE menyebutkan perkara penemuan beras bansos dikubur ini sudah memnuhi standar SOP, maka perlu ditampilkan agar diketahui publik, maka tunjukkan saja berita acaranya.

“Perjanjian Kerjasama dari Kedua belah pihak”…??? Sudah sesuai SOP..?? Kalau begitu tinggal tunjukkan berita acara pemusnahannya ke media.. Biar clear…” Tulis akun @bonchu_v.j.

Netizen lainnya memberi komentar ayam peliharaannya di rumah mau memakan beras bansos walaupun rusak, tidak masuk akal, ada warganet yang tidak mau komentar apa-apa terkait perkara ini.

Baca Juga: Kasus Covid 19 di Indonesia Akhir Juli 2022 Naik Tiga Kali Lipat. Sempat Tembus 6.000 Kasus Per Hari

Kemudian ada pula yang menulis komentar jika ingin menanam padi bukan begitu caranya, apabila seperti ini maka disebut dengan menanam bukti, lalu ada tanggapan bahwa ini pengalihan isu.

Maklum ada kasus besar yaitu terkait Brigadir J, selanjutnya masih ada netizen belum memahami maksudnya beras bansos ditimbun di tanah, lalu bertanya apakah ada gantinya?.

Maksudnya jika memang benar-benar beras bansos tersebut rusak, adakah gantinya?. Warganet lain menulis pertanyaan kenapa tidak diberikan kepada ayam peliharaan?.

Baca Juga: Kartu Prakerja Gelombang 39 Sudah Dibuka! Cek Cara Daftar dan Syaratnya

Menurutnya, serusak-rusaknya beras masih tetap ada manfaatnya, bahkan orang yang hidup jauh di bawah garis kemiskinan juga mau jika diberi beras rusak demi menyambung hidup.

Ada pula netizen mengungkapkan rasa sedihnya melihat penemuan beras bansos dikubur di tanah lapang, baginya sembako rusak atau tidak nggak perlu ditimbun, dirinya pun curhat.

Menurutnya, sedari awal pandemi covid 19 dirinya tidak pernah mendapat bansos, padahal dirinya tinggal di kos-kosan dan seorang single parent bersama anaknya, baginya kejadian ini menyedihkan.***

Rekomendasi