9 Tahun Masih Jadi Tiang, Jembatan Terpanjang di Kalimantan Selatan Dijanjikan Lanjut Usai Anggarkan Rp1 Triliun

inNalar.com – Calon jembatan terpanjang di Kalimantan Selatan akan dibangun untuk menghubungkan dua wilayah yakni Kabupaten Tanah Bumbu (Tambu) dan Kotabaru.

Infrastruktur penghubung dua daratan di Kalimantan Selatan ini telah berjalan sejak tahun 2015 dengan desain awal sepanjang 3,7 km dan tinggi 40 m.

Namun, proyek ini terhenti pada tahun 2017 terkait rekomendasi keamanan dari badan terkait yakni Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).

Baca Juga: Belah Perbukitan Sulawesi Selatan, PLTB Pertama di Indonesia Mampu Salurkan Listrik hingga 70.000 Rumah

Proyek ini disebut sebagai jembatan terpanjang di Kalsel karena akan menyalip panjang jembatan Barito yang hanya memiliki panjang 1.8 km.

Pada tahun 2024, infrastruktur penghubung pulau Kalimantan dan Pulau Laut ini akan kembali dilanjutkan dengan dana APBN senilai Rp300 miliar dan patungan dari kedua Pemda dengan masing-masing sejumlah Rp100 miliar.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor saat sambutan di acara Hari Jadi kotabaru ke-74 Siring Laut pada Sabtu, 1 Juni 2024 lalu.

Baca Juga: Jembatan Bermotif Batik? Ini Dia Infrastruktur Paling Unik di Yogyakarta, Calon Ikon Baru Jogja 2025

Ia mengatakan, tahun 2025 Premprov Kalsel akan kambali menganggarkan Rp1 triliun untuk lanjutan pembangunan jembatan penghubung Kotabaru dan Tanah Bambu ini.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, Kadis PUPR Kotabaru, Suprapti Tri Astuti menyampaikan, Bupati Kotabaru, Sayed Jafar telah menghadiri dan menandatangani perjanjian kerjasama dengan Pemprov Kalsel dan Pemkab Tanbu sebagai tanda proyek ini akan dilanjutkan setelah lama mangkrak.

Perjanjian itu berisi tentang kesepakatan penganggaran untuk masing-masing daerah dengan memberikan hibah ke Pemprov Kalsel yang akan menlanjutkan pembangunannya nanti.

Baca Juga: 18 Tahun Terbengkalai, Stasiun di Depok Ini Dihidupkan Lagi, Orang Jakarta Bogor Makin Sering Kumpul!

Lebih lanjut, Pemprov Kalsel akan mengucurkan dana sebesar Rp250 miliar untuk pembangunan.

Jembatan yang menghubungkan ke dua pulau itu terletak di Tanjung Serdang, Desa Salino, Pulau Laut Tengah, bersebelahan dengan Pelabuhan Penyebrangan Ferry.

Proyek yang sempat terhenti lama itu memiliki akses yang sangat mudah karena tidak ada penjagaan sama sekali.

Baca Juga: Serap Investasi Rp56 Triliun, Pabrik Kertas Berkapasitas Jumbo di Jawa Barat Ini Dipatok Beres Tahun 2025

Kemudian, warga setempat juga menggunakan lokasi jembatan tersebut untuk bersantai menikmati suasana senja sambil berjalan-jalan.

Diketahui, sudah ada tim yang mengukur dan mengambil sampel tanah dengan cara membor. Namun, belum bisa dipastikan kapan proyek itu akan dilanjutkan kembali.

Berdasarkan informasi, telah dilaksanakan rapat yang membahas terkait tindak lannjut rencana pembangunan proyek jembatan terpanjang Kalimantan Selatan itu.

Baca Juga: Terbesar di Asia Tenggara! Bendungan Raksasa Jawa Barat ini Miliki PLTS Terapung Berkapasitas 14.700 Megawatt

Rapat tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi. Ia mengatakan, pertemuan ini sangat penting dilakukan karena pihak-pihak terkait menginginkan pembangunan tersebut dilanjutkan.

Ia menambahkan, dilanjutkannya proyek itu merupakan harapan masyarakat dari kedua kabupaten yakni Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Kedua wilayah tersebut sangat membutuhkannya karena sebagai penghubung dan melihat adanya potensi kawasan ekonomi khusus seperti di mekar putih dan kawasan industri di Batulicin, Tanah Bambu.

Hal itu juga selajan dengan program pembangunan yang ada di Ibu Kota Nusantara (IKN)

Jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta pariwisata di wilayah tersebut. ***(Ummi Hasanah)

 

Rekomendasi