

inNalar.com – Di tengah pesona alam Kalimantan Selatan yang memukau, sebuah karya megah berdiri kokoh sebagai simbol kemajuan infrastruktur di Pulau Kalimantan.
Dengan desain yang memperhitungkan kekuatan dan daya tahan, jembatan ini tak hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Tersusun dari 1.850 baja, jembatan termegah di Kalimantan Selatan ini diramalkan mampu bertahan hingga 100 tahun.
Kebanggan tersebut bernama Jembatan Barito, yang membentang di atas Sungai Barito dan menghubungkan Kecamatan Anjir Muara dan Kecamatan Alalak.
Kemegahan Konstruksi Jembatan Barito
Dilansir dari berbagai sumber, Jembatan Barito diresmikan pada 24 April 1997 oleh Presiden Soeharto, dengan biaya pembangunan sebesar Rp 98 miliar.
Baca Juga: Proyek Paling Gila di Dunia! UEA Invest 60 Juta USD Gotong Gunung Es Antartika Gegara Kelangkaan Air
Panjang total jembatan ini mencapai 1.082 meter, dengan bagian utama sepanjang 902 meter dan bagian pendekat sepanjang 180 meter.
Lebarnya sekitar 10,37 meter, sementara ketinggian ruang bebas utama jembatan antara 15 hingga 18 meter, sehingga memungkinkan kapal tongkang melintas dengan aman.
Selain itu, bagian atas jembatan ini didukung oleh tiang pancang berdiameter 1,016 meter yang diisi beton bertulang sehingga memberi kekuatan ekstra pada struktur jembatan.
Baca Juga: Didanai China Rp440 Triliun, Proyek Terusan Kra di Thailand Malah Bikin Geram Negara ASEAN
Lantai jembatannya juga terbuat dari beton bertulang mutu K-350 yang dipikul oleh plat galvanis baja, menjadikan struktur ini sangat kokoh dan tahan lama.
Tak hanya itu, fasilitas pejalan kaki terbuat dari beton precast di kedua sisi jembatan sehingga memberi kenyamanan ketika menikmati pemandangan Sungai Barito.
Diramalkan Tahan Banting hingga 100 Tahun
Baca Juga: Butuh Duit Rp466 Triliun, Realisasi Proyek Raksasa IKN Bakal Kuras Dua Keran Anggaran Ini
Dilansir dari YouTube Galeri Negeri Sipil, Jembatan Barito menggunakan konstruksi twin suspension bridge, yaitu tipe jembatan gantung dengan dua rangkaian kabel utama.
Setiap kabel utama ini dipasang secara paralel dan menanggung sebagian besar beban jembatan sehingga lebih tahan lama dan kokoh.
Selain itu, dengan menggunakan 1.850 baja berkualitas tinggi, Jembatan Barito tak hanya memperkuat ketahanan terhadap beban maupun kondisi lingkungan.
Baca Juga: Invest Dana Rp 6 Triliun, Mega Proyek Energi Bersih Pertamina di Bangladesh Diwarnai Dinamika
Tak heran, jika konstruksi ini membuat Jembatan Barito diperkirakan dapat bertahan hingga 100 tahun, memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat setempat.
Barito Menjadi Pusat Konektivitas dan Pariwisata
Keberadaan Jembatan Barito lebih dari sekadar sarana transportasi, ia juga menjadi pusat konektivitas dan daya tarik pariwisata.
Pasalnya, jembatan ini menghubungkan Jalan Trans Kalimantan, jalur utama yang menghubungkan Kalimantan Selatan dengan Kalimantan Tengah.
Sebelum Jembatan Barito dibangun, masyarakat mengandalkan transportasi sungai seperti kapal motor untuk bepergian antara kedua wilayah.
Kini, dengan adanya jembatan ini, akses darat menjadi lebih mudah dan efisien, membuka peluang baru bagi mobilitas antarprovinsi.
Selain itu, Jembatan Barito juga menjadi ikon pariwisata di Kalimantan karena keindahan arsitektur dan pemandangan alam sekitarnya yang estetik.
Biaya Pemeliharaan Jembatan
Tentunya, kekokohan, keindahan dan kemegahan jembatan Barito tidak terlepas dari adanya anggaran pembiayaan termasuk dalam hal pemeliharaan.
Berdasarkan dokumen resmi pemerintah Kalimantan Tengah, mengenai evaluasi pelaksanaan rencana kerja PD dan pencapaian renstra SKPD hingga tahun 2023.
Di dalamnya disebutkan bahwa biaya pemeliharaan jembatan di wilayah Kalimantan termasuk dalam program pemeliharaan jembatan yang ditargetkan selesai hingga tahun 2026.
Program ini memiliki target kinerja sebesar 4.100 dengan anggaran Rp512,5 miliar.
Pada akhir tahun 2022, capaian kinerja telah mencapai 32,80, dengan biaya yang terealisasi sebesar Rp4,1 miliar, atau 100% dari target tahun 2022.
Sementara itu, untuk tahun 2023, target kinerja ditingkatkan menjadi 65,60 dengan anggaran Rp1,5 miliar.
Namun, estimasi hingga akhir tahun 2023 diperkirakan hanya mencapai 32,80 dengan anggaran yang terealisasi sebesar Rp750 juta, atau 50% dari target Renstra hingga 2023.
Demikian itulah sekilas informasi tentang jembatan barito yang merupakan Termegah di Kalimantan Selatan dan diramalkan kuat hingga 100 Tahun. *** (Gita Yulia)