

inNalar.com – Salah satu kereta tercepat di dunia ialah InterCity Express (ICE) 3 di Jerman dengan kecepatan 330 km/jam.
Namun, kecepatan tersebut akan dikalahkan oleh alat transportasi canggih yang sedang dikembangkan oleh perusahaan asal Amerika Serikat.
Teknologi baru tersebut masih dalam proses pengembangan dan dinilai lebih ramah lingkungan jika dibandingkan kereta cepat lainnya.
Baca Juga: Terpendam di Hutan Nusantara, Kampus Kuno Terbesar se-Asia Tenggara Ini Ternyata Ada di Jambi
Hyperloop merupakan salah satu ide transportasi yang dipelopori oleh Taipan Amerika Serikat yakni Elon Musk pada tahun 2013.
Musk juga merupakan salah satu pendiri Tesla Motors dan saat ini ia menjabat sebagai kepala desain produk.
Selain itu, ia juga berperan penting dalam pembuatan pesawat luar angkasa swasta SpaceX.
Diketahui, pada 12 Agustus 2013, Elon Musk meluncurkan rencana mode transportasi baru yang akan menghubungkan wilayah Los Angeles Raya dan Wilayah Teluk San Francisco.
Rencana tersebut bertujuan untuk membuat perjalanan lebih mudah dan murah daripada moda transportasi jarak jauh lainnya.
Proyek kendaraan tersebut akan menghubungkan Los Angeles dan San Fransisco hanya dalam waktu 35 menit.
Ide tersebut menawarkan sistem perjalanan melalui tabung hampa udara dengan menggunakan kecepatan supersonik.
Terdiri atas pipa bertekanan rendah berisi kapsul atau ruang penumpang yang melaju dengan kecepatan tinggi dan rendah di sepajang lorong.
Kapsul tersebut ditopang oleh suatu bantal udara dengan ruang udara yang dimampatkan dan dinagkat secara aerodinamik.
Dalam proses pembangunannya, Elon Musk tidak akan melakukannya secara langsung melainkan melanjutkannya pada pihak yang tertarik khususnya kepada negara yang berminat untuk memberikan layanan transportasi cepat dan murah.
Kecepatan hyperloop bisa melaju hingga 1.207 km/jam. Transportasi ini akan menggunakan energi listrik.
Sistem ini akan menjadi sitem transportasi tercepat di dunia. Oleh karena itu, masih banyak negara yang tertarik dengan hyperloop ini.
Baca Juga: Proyek Paling Gila di Dunia! UEA Invest 60 Juta USD Gotong Gunung Es Antartika Gegara Kelangkaan Air
Salah satu negara yang tertarik dengan mode transportasi ini ialah Uni Emirat Arab karena biaya yang dikeluarkan lebih murah.
Hyperloop hanya menelan biaya 40 juta dollar AS per kilometer, sementara kereta cepat membutuhkan biaya mencapai 150 juta dollar AS per kilometer.
Jika sudah beroperasi, para pengguna transportasi ini akan tiba di tempat tujuan hanya dalam hitungan menit.
Saat ini perjalanan menuju wilayah yang jauh membutuhkan waktu berjam-jam. Jika ingin lebih cepat perlu menggunakan transportasi pesawat. Tetapi, jika naik kendaraan tersebut akan memakan waktu lebih lama karena harus transit terlebih dahulu ke bandara.
Oleh karena itu, hyperloop juga bisa dijadikan alternatif lain menggantikan pesawat karena lebih efisien dan ramah lingkungan. ***(Ummi Hasanah)