Sebuah Foto Korban Bom Hirosima Kembali Beredar Jelang Hari Peringatan 6 Agustus 2022, Ada Pelajaran Berharga

inNalar.com – Bom Hirosima yang juga dijatuhkan di Nagasaki menyisakan sebuah kisah penuh makna, ada foto kembali tersebar di media sosial menjelang peringatan 6 Agustsus 2022.

Kemerdekaan Indonesia yang akan diperingati 17 Agustus 2022 nanti juga tidak bisa dilepaskan dengan peristiwa dimana mempengaruhi yaitu Bom Hirosima dan Nagasaki.

Maka dari itu ketika Indonesia bersiap memperingati kemerdekaannya 17 Agustus 2022, di saat itu pula masyarakat Jepang mengenang kejadian pahit Bom Hirosima dan Nagasaki.

Baca Juga: Bali United Wajib Menang Lawan Rans Nusantara FC, Teco Ingatkan Pemain Untuk Kerja Keras

Ketika tahun 1945 peperangan berlangsung di Jepang, peristiwa Bom Hirosima dan Nagasaki terjadi, saat itu ada seorang anak yang terus menggendong adiknya datang di lokasi kremasi.

Menyaksikan hal tersebut seorang tentara meminta anak itu menurunkan adiknya, agar tidak kelelahan, namun bocah itu menolak dan mengatakan ucapan penuh makna, menggetarkan jiwa.

“Dia tidak berat, dia adikku,” kata anak itu sebagaimana dikutip inNalar.com dari akun Instagram @warung jurnalis pada Rabu, 3 Juli 2022.

Baca Juga: Bali United vs Rans Nusantara FC : Teco Ungkap Pemain Ini Bisa Bocorkan Rahasia Timnya Untuk Rahmad Darmawan

Tentara tersebut pun mulai memahami kondisi batin yang dialami si anak yang kehilangan adiknya terebut, sejak saat itulah kejadian itu menjadi simbol persatuan Jepang untuk bangkit.

Petugas kremasi yang mengenakan topeng putih berjalan ke arah anak itu, berlahan melepaskan tali ikatan adiknya dari punggungnya, saat itulah baru dikethaui si kecil sudah mati.

Orang-orang pun membawanya dan meletakkan di atas api, siap dikremasi. Anak lelaki pun berdiri tegak tak bergerak, menamati kobaran si jago merah yang melalap adiknya.

Baca Juga: Kejutkan Penggemar, Super Junior Akan Adakan Konser di Indonesia, Simak Jadwalnya di Sini

Anak lelaki itu menggigit bibirnya dengan sangat keras, tak terasa hingga mengeluarkan darah, api yang menyala hanya sebentar dan mulai mengecil seperti matahari yang terbenam saat itu.

Sang anak lelaki pun mulai berbalik dan pergi, meniggalkan area kremasi. Sepekan kemudian cerita ini didengar oleh Joe O’Donnell yang membuatnya segera datang ke tempat tersebut.

Joe O’Donnell pun memotret anak laki-laki Jepang tersebut. Suatu pelajaran berharga yang diabil oleh masyarakat negara itu, dan alangkah indahnya bila menjadi motto.

Baca Juga: Hello Bulan Agustus, Ini 10 Quotes Girlfriend Day yang Membuat Pasangan Makin Klepek-klepek

Motto untuk solidaritas kemanusiaan, diambil dari kalimat ‘dia tidak berat, dia adikku’, menjadi ‘dia tidak berat dia saudaraku, jika dia jatuh, aku angkat, jika dia capek, aku tolong.”

‘Jika dia lemah aku kuatkan, jika dia salah aku maafkan, jika seandainya semua meninggalkannya, akan aku bawa dia di atas pundakku, sungguh dia tidak berat, ia saudaraku’.

Demikianlah pesan yang mendunia dari potret seorang anak lelaki korban Bom Hirosima dan Nagasaki yang akan diperingati dalam waktu dekat pada 6 Agustus 2022.***

Rekomendasi