

inNalar.com – Kelanjutan penemuan bansos di Depok, begini komentar polisi terkait kejadian tersebut.
Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa penemuan beras itu merupakan bantuan dari Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.
Bantuan tersebut ditujukan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 pada bulan April 2020 lalu.
Penemuan yang saat ini berjumlah 3,4 ton itu telah diusut oleh kepolisian beberapa waktu lalu.
Baca Juga: 10 Peringkat Series Barat Netflix Paling Banyak Ditonton, Tambah Daftar Tontonan Bulan Agustus
Menurut pihak JNE selaku jasa pengiriman barang, bansos yang ditanam memang sudah dalam dalam kondisi rusak.
Penjelasan itu diucapkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan.
“Kenapa ditanam? Ini merupakan mekanisme yang dimiliki oleh JNE sebagai perusahaan dalam memusnahkan barang-barang yang rusak,” jelas Kombes Pol Endra Zulpan.
Menurut Kombes Pol Endra Zulpan seperti penjelasannya, penanaman ini dalam rangka pemusnahan barang yang rusak.
“Penanaman ini dalam rangka pemusnahan terhadap barang yang rusak,” ujar Kombes Pol Endra Zulpan.
Baca Juga: Alchemy of Souls Tidak Akan Tayang Minggu Depan, Ini Alasannya
Kombes Pol Endra juga memastikan bahwa beras yang ditemukan sudah diganti.
Penggantian tersebut dilakukan oleh pihak JNE, sehingga negara tidak mengalami kerugian.
“Dengan adanya kerusakan beras yang sudah diganti itu, negara tidak dirugikan,” jelasnya.
“Masyarakat juga tidak dirugikan karena masyarakat yang untuk menerima bantuan ini juga tersalurkan,” lanjutnya.
Baca Juga: Berikut 10 Peringkat Film Barat Netflix Bulan Juli, Ada Red Notice Sampai Line of Duty
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) juga menjelaskan terkait penggantian beras.
“Kita enggak berurusan dengan berapa ruginya karena kita nggak rugi,” ujar Muhadjir di Kompleks Istana Wakil Presiden.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi