

inNalar.com – Arema vs PSHT, mengenal PSHT perguruan pencak silat ternama yang dikabarkan rusuh dengan masyarakat Malang.
Setelah beberapa hari lalu PSHT melakukan mediasi dengan Aremania dan pihak kepolisian.
Terkait pemberitaan beberapa media yang mengabarkan adanya kerusuhan di antara PSHT dan Aremania.
Namun, tentu sebelum merajuk ke kasus kita harus mengenal PSHT yang merupakan perguruan silat terbesar di Indonesia.
PSHT yang dikabarkan rusuh dengan masyarakat Malang karena diduga melakukan konvoi di jalanan minggu lalu.
Dilansir dari beberapa sumber PSHT atau yang biasa kita kenal Persaudaraan Setia Hati Terate.
Yaitu perguruan pencak silat yang berdiri pada tahun 1922 di Pilangbango, Madiun.
Baca Juga: Kunci Jawaban Tema 2 Kelas 5 SD Halaman 16 17 18 Buku Tematik Subtema 1 Pembelajaran 2
Diinisiasi oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada kongres pertamanya di Madiun pada tahun 1948.
PSHT juga merupakan perguruan yang turut mendirikan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Perlu diketahui bahwa IPSI didirikan pada tanggal 18 Mei 1948 di kota Surakarta.
Baca Juga: Kunci Jawaban Tema 2 Kelas 2 SD Halaman 206 207 210 Buku Tematik Subtema 4: Bermain Perosotan
Namun, saat ini PSHT memiliki sekitar 7 juta anggota, 236 cabang di kabupaten/kota, dan 10 komisariat di luar negeri.
Yaitu Malaysia, Belanda, Rusia, Timor Leste, Hongkong, Korea Selatan, Jepang, Belgia, dan Prancis.
Pertama Kali gerak dasar pencak silat Setia Hati dikenalkan oleh Ki Ageng Surodiwiryo pada tahun 1903.
Yaitu di kampung Tambak Gringsing, Surabaya yaitu kawasan yang dekat dengan Tanjung Perak.
Awalnya perguruan ini dinamakan Sedulur Tunggal Ketjer, lalu pada 1917 dia mendirikan Persaudaraan Setia Hati Terate di Winongo, Madiun.
PSHT dirintis oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo atas persetujuan Ki Ageng Soerodiwirjo pada tahun 1922.
Baca Juga: Kunci Jawaban Tema 2 Kelas 2 SD Halaman 25 26 27 28 29 30 Buku Tematik Subtema 1 Pembelajaran 4
Karena pada saat itu hanya kaum bangsawan yang hanya bisa mempelajari ilmu bela diri ini.
Namun, Ki Hardjo berniat agar ilmu ini bisa dipelajari oleh siapapun dari rakyat teratas hingga terbawah.
Akhirnya Ki Ageng setuju tapi pusat pendidikan itu harus memiliki nama yang berbeda.
Ki Hardjo akhirnya mendirikan perguruan dengan nama SH PSC (Persaudaraan Setia Hati “Pemuda Sport Club”).
Sehingga Pengikut Ki Ageng terhasut dan menganggap pembukaan SH PSC merupakan penghianatan.
Namun, dengan adanya tempat pelatihan baru dinilai negatif oleh Pemerintah Kolonial Belanda.
Karena dinilai tempat untuk melawan pemerintah kolonial, sehingga terjadi penangkapan.
Ki Hardjo yang menjadi tersangka dan ditangkap, serta menjalani hukuman pembuangan Belanda di Jember, Cipinang, dan Padangpanjang.
SH PSC menggunakan sistem perguruan, yaitu guru ditempatkan pada tingkat tertinggi sebagai patron perguruan.
Baca Juga: Kunci Jawaban Tema 2 Kelas 2 SD Halaman 74 75 76 77 Buku Tematik Subtema 2 Pembelajaran 3
Sistem pendidikan ini menjadi awal berdirinya PSHT di kalangan masyarakat.
Sehingga pada 1942, murid dari Ki Hadjar yaitu Soeranto Sorengpati mengganti nama menjadi Setia Hati Terate.
Yaitu saat diadakan kongres pertama yang berada di rumah Ki Hadjar yang terletak di Madiun pada 1948.
Baca Juga: Kunci Jawaban Tema 2 Kelas 2 SD Halaman 145 146 147 Buku Tematik Subtema 3: Permainan Bola Kertas
Serta merubah juga bentuknya yang tadi berbentuk perguruan menjadi persaudaraan.
Namun, masih terdapat tradisi awalnya yang saat ini masih dilanjutkan oleh anggotanya.
Sehingga PSHT menjadi semakin berkembang hingga sekarang dan memperkenalkan 90 senam dasar.
Baca Juga: BLACKPINK Rilis ‘Pink Venom’ Sebelum Luncurkan Album Barunya, Begini Tanggapan Blink Indonesia
Yaitu jurus 1 sampai 4, jurus belati, dan jurus tongkat panjang atau yang disebut toya.
Jurusnya juga mengalami pembaruan oleh Mas Imam Koesoepangat dengan tujuan tertentu.
Yaitu untuk membedakan jurus-jurus Djojo Gendilo Tjipto Muljo milik SH Winongo (Setia Hati Panti).
Begitulah sejarah singkat dari perguruan PSHT, mulai dari terbentuk hingga kini.
Diharapkan kepada anggota untuk selalu rendah hati dan melakukan kebaikan kepada orang lain.
Semoga hal yang sama tidak terjadi di kemudian harinya.***