Dapat Sokongan Bank Dunia Rp 1,3 Triliun, Proyek Ini Digadang-gadang Bikin Bandung Bebas Macet di Masa Depan

inNalar.com – Pembangunan infrastruktur untuk mengatasi persoalan daerah terus dilakukan. Seperti yang dilakukan di Bandung.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang mempersiapkan proyek besar yang diyakini mampu mengurai kemacetan di wilayah Bandung.

Proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya mendapat dukungan dana sebesar Rp1,3 triliun dari Bank Dunia dan diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang atas permasalahan transportasi di ibu kota provinsi ini.

Baca Juga: Menilik Asal Usul Kopi Luwak, Kopi Khas Indonesia yang Sarat Akan Eksploitasi Hewan

Dengan rencana jalur sepanjang 21 kilometer, BRT Bandung Raya akan menghubungkan kawasan timur dan barat Bandung, berpusat di Alun-alun Bandung sebagai titik utama.

Proyek ini diinisiasi sebagai langkah untuk menciptakan sistem transportasi massal yang efisien dan ramah lingkungan, sekaligus menyediakan alternatif yang lebih baik bagi masyarakat.

Selama ini, kemacetan di Bandung telah menjadi tantangan besar yang menghambat mobilitas dan produktivitas masyarakat.

Baca Juga: Telan Anggaran Triliunan, Jembatan Flyover Sepanjang 797 meter ini Jadi Icon Baru Arek-Arek Jawa Timur

Kehadiran BRT diharapkan menjadi solusi konkret untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, sehingga bisa menekan volume lalu lintas yang selama ini membebani jalanan kota.

BRT Bandung Raya akan menjadi moda transportasi publik yang terintegrasi, memberikan layanan yang cepat, aman, dan terjangkau bagi masyarakat.

Dengan demikian, Bandung tidak hanya akan terbebas dari kemacetan, tetapi juga semakin siap menghadapi tantangan urbanisasi di masa depan.

Baca Juga: 3 Instansi Daerah Jakarta Besinergi Bangun Stasiun Tanah Abang, Transformasi Infrastruktur Transportasi Dimulai

Persiapan proyek ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Perhubungan Jawa Barat, DPRD, dan lembaga internasional seperti Bank Dunia.

Tahapan konstruksi fisik BRT Bandung Raya direncanakan dimulai pada 2025 dan diharapkan selesai pada 2027.

Dua koridor utama akan dibangun sebagai rute awal, yang diharapkan dapat melayani kebutuhan transportasi di titik-titik strategis kota.

Pendanaan proyek ini senilai 1,3 triliun sepenuhnya berasal dari Bank Dunia, yang memberikan dukungan penuh untuk memperbaiki sistem transportasi di Bandung.

BRT Bandung Raya tidak hanya diproyeksikan sebagai solusi transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menciptakan kota yang lebih modern dan berkelanjutan.

Selain itu, keberadaan BRT juga dapat meningkatkan mobilitas masyarakat ke berbagai lokasi penting, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Proyek ini tidak hanya menawarkan solusi transportasi, tetapi juga mengantarkan Bandung menuju kota yang lebih modern dan berdaya saing tinggi.***(Muhammad Arif)

Rekomendasi