Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh? Ini Pengertian, Hukum, dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh: Umat Islam Perlu Tahu

inNalar.com – Berikut perlu disimak apa itu puasa Ayyamul Bidh? Ini pengertian, hukum, dan keutamaan puasa Ayyamul Bidh yang umat Islam perlu tahu.

Umat Islam perlu mengetahui tentang apa itu puasa Ayyamul Bidh. Mulai dari pengertian, hukum, dan keutamaan puasa Ayyamul Bidh juga perlu diketahui oleh umat Islam.

Terkait apa itu puasa Ayyamul Bidh serta pengertian, hukum, dan keutamaan puasa Ayyamul Bidh dapat disimak selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Baca Juga: Hari Kemerdekaan Indonesia Pada 17 Agustus, Begini Makna dari Bendera Merah Putih Lambang Negara Indonesia

Dalam Islam terdapat banyak ibadah yang dapat dilakukan, selain dari ibadah wajib. Pada setiap bulannya juga terdapat puasa sunnah yang dapat dilakukan umat Islam untuk mendulang pahala. Salah satunya adalah puasa Ayyamul Bidh.

Dilansir dari islam.nu.or.id, berikut penjelasan mengenai apa itu puasa Ayyamul Bidh serta pengertian, hukum, dan keutamaan puasa Ayyamul Bidh.

Pengertian puasa Ayyamul Bidh

Baca Juga: Viral PPSU Tendang dan Lindas Perempuan di Jakarta Selatan, Wakil Gubernur Ahmad Riza Buka Suara Hingga Pecat

Ayyâmul Bîdh secara bahasa bermakna hari-hari cerah. Namun maksud sebenarnya adalah hari yang malam sebelumnya cerah tersinari oleh bulan. Yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan dengan hitungan kalender Hijriah. Semisal setiap tanggal 13, 14, dan 15 Syawal, Dzulqa’dah, dan semisalnya. (Zainuddin bin Abdil Aziz al-Malibari, Fathul Mu’în pada I’ânatut Thâlibîn, [Beirut, Dârul Fikr], juz II, h. 269).

Hukum puasa Ayyamul Bidh

Hukum puasa Ayyamul Bidh adalah sunnah muakkad berdasarkan hadits-hadits Nabi SAW, di antaranya berikut ini:

Baca Juga: Kunci Jawaban IPA Kelas 8 SMP Halaman 20 21 22 Semester 1 tentang Hukum Newton

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيْضِ في حَضَرٍ وَلاَ سَفَرٍ. (رواه النسائي بإسنادٍ حسن)

Artinya, “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah baik di rumah maupun dalam bepergian’.” (HR an-Nasa’i dengan sanad hasan).

وَعَنْ قَتَادَةَ بْنِ مِلْحَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا بِصِيَامِ أَيَّامِ الْبِيْضِ: ثَلاثَ عَشْرَةَ ، وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ، وَخَمْسَ عَشْرَةَ. (رواه أَبُو داود)

 

Baca Juga: Viral Untirta Jadi Trending di Twitter dan Diduga Jemur Maba, Begini Tanggapan Pihak Kampus

Keutamaan puasa Ayyamul Bidh

Keutamaan puasa Ayyamul Bidh sangat besar. Orang yang berpuasa Ayyamul Bidh juga sekaligus mendapatkan kesunnahan berpuasa tiga hari tiap bulan. Sementara puasa tiga hari tiap bulan itu seperti puasa sepanjang tahun. Demikian pendapat Imam as-Subki dan ulama lainnya. Berkaitan hal ini diriwayatkan:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ صَامَ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَة أَيَّام، فَذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ، فَأَنْزَلَ اللهُ تَصْدِيقَ ذَلِكَ فِي كِتَابهِ الْكَرِيم: مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَة فَلهُ عشر أَمْثَالهَا [الأنعام: 160]. اَلْيَوْمُ بِعشْرَةِ أَيَّامٍ (رَوَاهُ ابْن ماجة وَالتِّرْمِذِيّ. وَقَالَ: حسن .وَصَححهُ ابْن حبَان من حَدِيث أبي هُرَيْرَة رَضِيَ اللهُ عَنْه)

Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Dzar ra, sungguh Nabi saw bersabda: ‘Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulai karena membenarkan hal tersebut: ‘Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya’ [QS al-An’am: 160]. Satu hari sama dengan 10 hari’.” (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi.

Ia berkata: “Hadits ini hasan.” Ibnu Majah juga menilanya sebagai hadits shahih dari jalur riwayat Abu Hurairah ra). (Abu Bakar Ibnus Sayyid Muhamamd Syatha ad-Dimyathi, I’ânatut Thâlibîn, [Beirut, Dârul Fikr], juz II, halaman 269; dan Ibnul Mulaqqin, Tuhfatul Muhtâj ilâ Adillatil Manhâj, [Makkah, Dâru Harrâ’: 1406 H], juz II, h. 109-110).

Baca Juga: Materi Khutbah Jumat Singkat Menyejukkan Hati Jelang 17 Agustus 2022: Tema Optimis Bagian Sikap Wasatiyah

Demikian terkait apa itu puasa Ayyamul Bidh serta pengertian, hukum, dan keutamaan puasa Ayyamul Bidh yang umat Islam perlu tahu.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]