

inNalar.com – Ini dia profil dari penjahit bendera Indonesia pada masa kemerdekan Indonesia, ternyata istri dari presiden Soekarno.
Perlu diketahui tentang penjahit dari bendera dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.
Yaitu Fatmawati yang merupakan penjahit pertama bendera Indonesia pada masa kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: 20 Link Twibbon Ucapan HUT ke – 77 RI Tanggal 17 Agustus 2022, Tinggal Pilih Langsung Jadi
Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia pada masa itu dirinya turut serta dalam perannya di kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Fatmawati merupakan istri ke-3 dari presiden pertama Soekarno, yang menjadi ibu negara pertama Indonesia pada 1945 hingga 1967.
Fatmawati juga dikenal sebagai ibunda dari presiden kelima Indonesia, yaitu Megawati Soekarnoputri.
Baca Juga: LPSK Belum Berikan Perlindungan Kepada Bharada E, Begini Alasannya
Sejarahnya yaitu pada masa setahun setelah pernikahannya dengan presiden pertama Indonesia, Jepang menjanjikan kemerdekaan Indonesia.
Pada masa itu bendera merah putih di ijinkan untuk berkibar dan lagu kebangsaan Indonesia Raya diijinkan untuk dikumandangkan.
Sehingga pada suatu saat ibu Fatmawati berpikir bahwa dirinya memerlukan bendera untuk dikibarkan di Pegangsaan 56.
Namun, atas bantuan dari Shimizu yaitu orang yang ditunjuk Jepang sebagai perantara perundingan Indonesia-Jepang.
Fatmawati mendapatkan kain merah dan putih, yang diusahakan juga lewat seorang pembesar Jepang.
Yang diduga bahwa bendera itulah yang berkibar di Pegangsaan Timur saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Sebelumnya ibu Fatmawati menghabiskan waktunya untuk menjahit bendera seukuran 2 x 3 meter itu dengan fisiknya yang cukup rentan.
Diduga pada masa itu dirinya sedang hamil tua dan sudah memasuki waktu untuk melahirkan putranya yaitu Guntur Soekarnoputra.
Dalam kutipan buku Bondan Winarno bahwa ibu Fatmawati juga menjelaskan kondisinya saat menjahit bendera merah putih.
Baca Juga: Referensi Ide Hias Ruangan dan Kelas Tema HUT Kemerdekaan RI ke 77 yang Diperingati 17 Agustus 2022
“Menjelang kelahiran Guntur, ketika usia kandungan telah mencukupi bulannya, saya paksakan diri menjahit bendera Merah Putih,” jelas ibu Fatmawati.
“Saya jahit berangsur-angsur dengan mesin jahit Singer yang dijalankan dengan tangan saja,” lanjutnya.
“Sebab Dokter melarang saya menggunakan kaki untuk menggerakkan mesin jahit.” tutupnya.
Begitulah sepenggal kisah Fatmawati yang menjahit bendera pada masa akan menjelang kemerdekaan Indonesia dan kelahiran putra sulungnya.
Walaupun beliau hanya menjahit, perlu kita sadari perjuangan hidup pada masa itu sangat tidak mudah.
Dengan kondisinya yang sedang hamil tua, dirinya rela menjahit bendera dengan tangannya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi