

inNalar.com – Hari Merdeka merupaka merupakan sebuah lagu wajib yang sering dinyanyikan ketika HUT RI ke 77 atau Hari Ulang Tahun Republik Indonesia pada 17 Agustus 2022.
Pada 17 Agustus 2022 juga meruapakan momentum yang tepat mengenal pengarang lagu Hari Merdeka, yang ternyata seorang keturunan Arab, dan atas jasanya HUT RI ke 77 semarak.
Dengan lagu karya Sayid Muhammad Husein atau H Mutahar Hari Merdeka, HUT RI ke 77 setiap tahunnya menjadi penuh semangat, begitu pula pada 17 Agustus 2022 nanti.
Selain Hari Merdeka, lagu karya Sayid Muhammad Husein atau H Mutahar yang terkenal yaitu hymne Syukur, dan ada beberapa lagi yang lainnya. Dirinya ternyata aktif pula di Pramuka.
Sayid Muhammad Husein atau H Mutahar ternyata merupakan orang di balik susunan Paskibraka, dirinya diminta Prseiden Soeharto saat itu untuk merancang tata caranya.
Dikutip inNalar.com dari video yang diunggah akun YouTube Lagu Nasional Indonesia pada 13 Agustus 2018 lirik lagu Hari Merdeka (17 Agustus 1945) hanya 2 bait.
Namun mengandung makna yang dalam dan penuh semarak menyambut HUT RI ke 77, tidak sah bila belum menyanyikan lagu Hari Merdeka karya H Mutahar pada 17 Agustus 2022.
Hari Merdeka (17 Agustus 1945)
Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita
Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita
Lagu-lagu lain karya Sayid Muhammad Huesin atau H Mutahar diantaranya Dirgahayu Indonesiaku, selain itu khusus nyanyian kepanduan yakni Gembira, Tepuk Tangan Silang-silang.
Mari Tepuk, Slamatlah, Jangan Putus Asa, dan saat Berpisah merupakan lagu-lagu kepanduan karya H Mutahar juga. Dirinya pernah mengenyam kuliah hukum di UGM satu tahun.
H Mutahar lalu bekerja sebagai Sekertaris Panglima Angkatan Laut RI di Yogyakarta, sampai menjadi Pegawai Tinggi Sekertariat Negara di wilayah yang sama, selanjutnya berpindah-pindah pekerjaan.
Hingga sampai puncaknya H Mutahar menjadi Duta Besar RI di Tahta Suci Vatikan, lalu terakhir menjabat Sekertaris Jenderal Departemen Luar Negeri.***