Penyebab Putri Candrawathi Menangis di Magelang dan Ferdy Sambo yang Emosi, Pengacara Bongkar Kronologinya

inNalar.com – Istri Ferdy Sambo yaitu Putri Candrawathi disebut-sebut sempat menangis ketika di Magelang, sebelum peristiwa pembunuhan Berigadir J, apa sebabnya?.

Apakah ada kaitannya dengan Brigadir J yang dibunuh?, banyak orang penasaran dengan kejadian di Magelang, karena beredar kabar juga Putri candrawathi dilecehkan.

Pengacara pun membongkar penyebab istri Ferdy Sambo itu menangis di Magelang, Putri Candrawathi dan sumainya pergi bersama-sama ke daerah itu pada tanggal 2 Juli 2022.

Baca Juga: Kunci Jawaban Matematika Kelas 8 SMP Halaman 12: Persamaan dari Suatu Baris Bilangan

Pada saat di Magelang itulah terjadi keributan antara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, pengacara menduga ada pertengkaran kembali, dan sampai akhirnya menangis-nangis.

“Antara si bapak dan si ibu, diduga bertengkar lagi sampai akhirnya nangis-nangis,” ujar Kamaruddin Simanjuntak seperti dikutip inNalar.com dari Pikiran rakyat pada Senin, 15 Agustus 2022.

Apa sebabnya, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan saat di Magelang itu, diduga si wanita cantik mengadu kepada Ferdy Sambo bahwa dirinya ingin mundur dari pekerjaannya.

Baca Juga: Khutbah Jumat Sesuai Suasana 17 Agustus 2022 HUT Kemerdekaan RI ke 77: Tema Nikmat Aman Sebuah Negara

Mendengar keinginan si wanita cantik itu, Ferdy Sambo emosi, dan terjadilah pertengkaran, hingga ada yang menangis-nangis, karena sebab ini kepulangan suami istri tersebut tidak bersama-sama lagi.

Ferdy Sambo pulang lebih dahulu, diduga dengan menggunakan pesawat bersama ajudan berinisial D, yang disebut-sebut sering menghasutnya. Peristiwa pun berlanjut ke tanggal 7.

Pada hari itu Brigadir J mendapat ancaman pembunuhan, apabila naik ke atas maka akan dihabisi nyawanya, hal ini sesuai pengakuannya kepada sang kekasih, melalui telepon.

Baca Juga: Cara Pasang dan Bagikan Link Twibbon HUT RI ke-77 Tanggal 17 Agustus 2022, Ayo Ajak Teman dan Keluarga

“Dia mendapat ancaman apabila naik ke atas maka Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat akan dihabisi atau dibunuh,” kata Kamaruddin Simanjuntak menjelaskan kronologis kejadian.

Pada saat berkomunikasi terkahir dengan sang kekasih Brigadir J mengungkapkan kekhawatirannya tersebut, namun tidak disampaikan apa penyebab larangan naik ke atas.

Pada tanggal 8 Juli 2022 Brigadir J kembali mengawal Putri Candrawathi pulang ke Jakarta, ketika sampai di rumah tiba-tiba sudah ditunggu oleh Ferdy Sambo, walaupun sudah jam kantor.

Baca Juga: Chelsea vs Tottenham Berakhir Imbang, Pemain Ini Tampil Jadi Pahlawan Bikin The Blues Gigit Jari

Seharusnya pada saat Putri Candrawathi dan Brigadir J sampai, Ferdy Sambo sudah berangkat ke kantor, tapi ternyata tidak bekerja sebagai Kadiv Propam dan masih di rumah.

Setelah beres semua barang dimasukkan ke dalam rumah, barulah kemudian diduga Brigadir J disiksa, jarinya dipatahkan, kaki dan tangannya juga, di bahu juga ada luka menganga.

Lalu ada luka bekas tembakan dari bawah dagu ke bibir bawah, belakang tembus hidung depan, dada sampai punggung, lipatan kaki hingga ada darah, dan banyak lainnya lagi.

Baca Juga: Chelsea vs Tottenham Berakhir Tanpa Pemenang, Tuchel Bentrok Dengan Conte di Penghujung Pertandingan

Padahal menurut keterangan Karopenmas Polri, Brigadir J hanya ditembak lima kali, dan terkena empat. Tetapi anehnya luka yang terdapat di tubuhnya lebih dari 10.**

 

Rekomendasi