

inNalar.com – Habib Rizieq Shihab atau HRS baru-baru ini menyebut kasus yang menyangkut Ferdy Sambo merupakan kuasa Allah SWT, karena terlibat menangani perkara KM50.
Dalam unggahan video Refli Harun di akun YouTube, HRS menyebut bahwa cara Allah SWT memberitahu semua yang dahulu tidak mengetahui orang tersebut terlibat.
HRS mengatakan Allah SWT yang membuka satu persatu dalam bentuk dejavu, artinya suatu peristiwa yang hampir mirip, serupa cara menghilangkan buktinya, begitu juga soal saksi.
Cara membungkam saksi di kasus Ferdy Sambo bagi HRS sama, begitu pula dalam pembohongan yang dilakukan, termasuk membuat dongeng kasusnya mirip, jika orang mustahil.
Maksud HRS apabila pihaknya yang melakukan hal ingin membalas perlakuan, maka belum tentu seindah dan sehebat apa yang dikerjakan Allah SWT, dan keajaiban selanjutnya.
Sebagaimana dilansir inNalar.com dari video yang diunggah pada akun YouTube Refly Harun pada Selasa, 16 Agustus 2022 tertulis di judul “Singgung kasus Fredy Sambo, HRS: sungguh indah dan ajaib cara Allah SWT,”
“Tapi saya ingin melihatnya dari kaca mata soal keadilan saja, keadilan duniawi saja, karena bagaimanapun, kalau kita lihat, KM50 itu ya tida adil,” ujar Refly Harun menjelaskan.
Hanya saja menurut Refly Harun, masalah pada kasus KM50 yaitu terdapat hal yang disebutnya dengan ‘tembok besar, dan tebal, serta tinggi’, sehingga memaksa dianggap wajar.
Bahkan sebaliknya yang mempermasalahkan KM50 mendapatkan konsekuensi hukum, seperti Habib Bahar bin Smith berbicara terkait perkara tersebut ada penyiksaan dan lain-lain.
Tetapi Habib Bahar bin Smith dianggap menyebarkan berita bohong. Refly Harun lalu menjelaskan bahwa sebenarnya menegakkan hukum dan keadilan tidak boleh persaingan politik.
Atau motif-motif mobiliotas politik, atau mencari jabatan, dan mengahdapi kelompok yang selama ini kritis dengan pemerintahan, Refly Harun lalu mengajak agar bernegara secara benar.
Bila ada kelompok yang salah nyatakan saja kesalahannya, tetapi Refly Harun mengatakan tidak ada legitimasi sampai menghilangkan nyawa seseorang, bisa dibayangkan pertanggung jawabannya.
Baca Juga: Rizky Febian Blak-blakan Beberkan Penyebab Mahalini Bawel: Lebih ke Peduli dan Perhatian
Refly Harun lalu membacakan berita online terkait pernyataan HRS tentang Ferdy Sambo, episode ini tidak akan selesai, satu persatu Allah SWT ungkap pelaku pembunuhan KM50.
“Sekali lagi konsep kita itu yang bersalah, harus menghadapi keadilan, tapi yang tidak bersalah tidak boleh, dan tidak boleh mempersepsikan,” jelas refly Harun.
Maksud Refly Harun yaitu membuat-buat seakan-akan yang mati itu berhak tewas, karena dia teroris atau calon kriminal, dan lain sebagainya, selama tidak ada hukum mengatakan dirinya melanggar.
Refly Harun menyampaikan rasa mirisnya sebagai anak bangsa, melihat segala sesuatu dari sisi rivalitas, baik Berigadir J yang berbeda agama dengan 6 laskar FPI korban KM50.
Maupun dengan warga negara lain, harus mendapat keadilan, tanpa mempermasalahkan latar belakangnya, suku, ras, agama, dan antar golongan, yang jelas kehidupan yang direnggut semena-mena.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi