

inNalar.com – Maraknya pelecehan seksual, khususnya pada kasus Kawan Lama Grup, Fery Farhati ikut berkomentar.
Hal itu disampaikan oleh Fery Farhati sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) DKI Jakarta pada Jumat, 19 Agustus 2022.
Fery Farhati menyarankan para perempuam untuk mulai beraktifitas di luar.
Itu bertujuan agar perempuan memiliki jaringan yang bisa saling menjaga satu sama lain.
Baca Juga: Profil Kawan Lama Group, Perusahaan yang Pegawai Wanitanya Diduga Dilecehkan Rekan Kerjanya
“Saya bilang perempuan yang punya aktivitas organisasi di luar seperti PKK, akhirnya mereka itu punya ‘network’. Mereka punya teman dan punya lingkungan yang saling menjaga,” ungkap Feri dikutip Antaranews.
Istri dari Gubernur DKI Anies Baswedan ini juga beranggapan dengan memiliki kegiatan di luar rumah dapat memberi banyak manfaat.
Manfaat yang didapat antara lain perlindungan yang saling menjaga. Itu bisa mengantisipasi akan adanya pelecehan seksual.
Baca Juga: Raffi Ahmad Membantah Laporkan Medina Zein ke Polda Metro Jaya: Silaturrahmi Aja Sama Kawan Lama
Selanjutnya, manfaat dari kegiatan di luar adalah bisa saling berbagi kisah yang dialami, khususnya mengenai pelecehan seksual.
“Makanya perempuan jangan mengisolasi diri, ‘do something’, bikin ‘network’, InsyaAllah kita bisa saling jaga,” lanjutnya.
Selain itu, menurut ketua PKK DKI Jakarta ini menjelaskan dengan membangun ‘network’ dapat membantu sesama dengan penggalangan dana.
Dimana itu didapat dari informasi saat ada ‘network’ kemudian bisa saling membantu.
“Artinya dengan berjejaring, akhirnya perempuan bisa menggalang bantuan untuk perempuan renta tersebut. Jadi InsyaAllah kalau kita punya ‘network’, punya kegiatan di luar, kita bisa menjaga satu sama lain,” kata Fery Farhati.
Diketahui bahwa kasus pelecehan seksual semakin marak terjadi, khususnya yang baru-baru terjadi yaitu pelecehan terhadap karyawati Kawan Lama Grup.
Pelecehan seksual itu terjadi pada Juli 2022. Dimana, RF seorang karyawan PT Kawan Lama Grup diminta sebagai model untuk foto produk perusahaan.
Kemudian ada beberapa foto dengan bagian tubuh yang sedikit terbuka tersebar di grup WhatsApp.
Dalam grup tersebut, beberapa orang di dalamnya memberikan komentar yang diduga melecehkan korban RF.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi